Home / artikel / Bulan Sya’ban: Menyongsong Bulan Mulia dengan Amalan Mulia

Bulan Sya’ban: Menyongsong Bulan Mulia dengan Amalan Mulia

Ramadhan telah dekat. Kini kita telah berada di bulan Sya’ban. Bulan yang akan dan harus kita lewati untuk menuju bulan mulia berikutnya. Bulan yang terletak di antara dua bulan yang diagungkan oleh Allah subhana wata’ala. Bulan Rajab sebagai satu dari empat bulan haram dan bulan puasa yang dimuliakan dengan Kalamullah yang diturunkan Allah di dalamnya.

Bulan sya’ban adalah bulan yang banyak di dalamnya ummat manusia terlalaikan. Waktu dan umurnya banyak terlewati dengan hal yang sia- sia, bahkan terhiasi dengan amalan yang mengundang dan mengandung dosa dan maksiat.

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ……

Artinya: “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan……”

Realita telah berbicara tentang itu. Manusia di bulan ini telah banyak merencanakan liburan dan hiburan yang katanya sebagai wujud persiapan diri menuju bulan al- Qur’an. Namun ternyata itu kekeliruan nyata yang kebanyakannya menutup mata dan telinga darinya. Mereka tenggelam dengan kesenangan hawa nafsu yang menipu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan tips yang jitu agar di bulan yang kebanyakan manusia terlalaikan di dalamnya, kita bisa selamat dan mampu menyongsong datangnya bulan Ramadhan dengan persiapan yang nyata. Rasulullah senantiasa memperbanyak puasa di dalamnya, begitupun ibadah- ibadah lainnya yang senantiasa menghiasi ibadah puasa beliau.

Dari istri beliau ‘Aisyah -radiyallahu ‘anha- mengabarkan bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- belum pernah berpuasa satu bulan yang lebih banyak melainkan di bulan Sya’ban.

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: “Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Para ulama betselisih pendapat mengenai hikmah amalan yang dilakukan oleh Rasulullah di bulan sya’ban ini. Pendapat yang paling kuat adalah keterangan yang sesuai dengan hadis dari Usamah bin Zaid -radiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Saudaraku seiman di mana pun anda berada, mari menyibukkan diri kita di bulan sya’ban ini dengan amalan- amalan mulia untuk menyonsong bulan mulia.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan.

 

Ditulis oleh Ustadz Nasaruddin, Wakil Kepala Sekolah SDIT Wahdah Islamiyah 01.

About admin

Check Also

Guru Menerima Hadiah dari Murid?

Rasa terima kasih terkadang diinterpretasikan dengan memberikan sebuah hadiah dari wali murid kepada seorang guru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *