

MAKASSAR, SDWAHDAH.SCH.ID — Setiap kita punya kelebihan dan kekurangan dalam menulis, itu pasti. Tugas kita adalah menemukan baris kelebihan dan juga deret kekurangannya. Hal ini diungkap redaktur pelaksana majalah WIZ, Faisal Mursila kepada pegiat literasi di gedung Musalah lantai dua, kompleks SD-IT Wahdah Islamiyah 01, di Jalan Raya Baruga No. 12 B, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu, 28 Januari 2023.
“Ada yang kelebihannya adalah pendekatannya atau cara dia menulis, cara menyajikannya unik. Idenya mungkin sederhana saja tapi cara menyajikannya lebih baik,” ungkapnya didampingi Kepala Perpustakaan Zaid bin Tsabit, Andi Anhar, S.Pd.I. dan Abdul Rahman, S.I.P Selaku Pustakawan perpustakaan Zaid bin Tsabit.
Menurut dia, tugas seorang yang ingin mengembangkan keterampilan menulisnya bisa dimulai dengan menginventarisir kelebihan dan kekurangan yang mereka rasakan.
“Tentu saja Anda juga harus suka membaca karya orang lain dan menemukan serta mengambil kelebihannya,” lanjut penulis buku Tamasya Al-Qur’an ini.
Di antara kendala teknis yang sering dialami bagi penulis kisah misalnya, menurut Faisal adalah kehilangan ide di tengah menulis, tidak mampu membangun suasana yg dibutuhkan, kemudian ketidakmampuan mendeskripsikan karakter, kisah, konflik dan menyisipkan pesan penting yang membuat pembaca bisa terlibat dalam alur yang dia buat.
“Penulis juga kadang bertele-tele menjelaskan yang sudah jelas dan seolah ingin menunjukkan kemampuannya di depan pembaca padahal menulis itu aslinya berbagi,” terang alumni Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun, Bogor ini.
Dan di antara tips penting yang dibaginya adalah penulis hendaknya rajin melakukan riset dan memperkaya setting yang dia sudah bangun.
Meski demikian, Faisal mengingatkan bahwa hal terpenting adalah menjaga semangat menulis.
“Satu hal penting dari sebuah proses kreatif adalah menulis! Ya, tulisan itu sendiri. Sehebat apapun perangkat dan kemampuan Anda, jika Anda kehilangan motivasi untuk memulai, maka itu semua percuma saja!” tandasnya.
