Home / artikel / Siswa SD Wahdah Belajar dengan Pendekatan STEAM

Siswa SD Wahdah Belajar dengan Pendekatan STEAM

Pembelajaran abad XXI tak sekadar memberikan slogan “Siswa tahu apa”. Namun, poin terpentingnya adalah “Siswa bisa apa”. Hal ini dikarenakan karakteristik pembelajaran berpikir tingkat tinggi menuntun siswa menjadi Problem Solver dengan mengutamakan kolaborasi, berpikir kritis, komunikatif, dan kreatif.

Bagaimana mewujudkan pembelajaran yang mampu menjadikan “Siswa bisa apa”?
Salah satunya melakukan proses pembelajaran berbasis STEAM.

Apa yang dimaksud dengan STEAM?
Bagaimana implementasi STEAM dalam proses pembelajaran?

Yuk kita bahas pada postingan ini!

STEAM adalah akronim dari
S (science)
T (technology)
E (engineering)
A (art)
M (mathematics)

Berdasarkan akronim tersebut. Tentu para pendidik hebat bisa mengetahui bahwa STEAM merupakan interdisipliner yang selaras dengan literasi, numerasi, dan karakter yang menjadi fokus pendidikan di Indonesia.

Materi STEAM yang dilakukan oleh siswa kelas IV SDIT Wahdah Islamiyah 01 yakni proyek membuat jembatan.

Mungkin masih terdapat pemikiran jika pembelajaran STEAM sulit dilakukan untuk jenjang TK dan Sekolah Dasar. Membutuhkan bahan yang mahal. Waktu yang lama. Serta erat kaitannya dengan robotik dan elektronik.

Padahal pembelajaran STEAM dapat dilakukan pada segala jenjang usia pendidikan dengan menggunakan alat dan bahan yang sangat sederhana.

Alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut
– 20 sedotan plastik
– 1 selotip bening
– 6 air gelas sebagai beban (gaya gravitasi)
– Penggaris 30 cm
– Pensil
– Penghapus
– Gunting

Pada saat mengerjakan proyek membuat jembatan. Terdapat beberapa penggabungan disiplin ilmu sesuai unsur STEAM yaitu
Science
– Mengidentifikasi berbagai macam gaya (materi tematik)
– Mendemonstrasikan manfaat gaya dalam kehidupan sehari-hari
Technology
– Memanfaatkan benda sederhana untuk membuat jembatan
Art dan Engineering
– Pemilihan warna jembatan dan hiasan jembatan
– Merancang model jembatan
– Membuat jembatan
– Melakukan uji coba
Mathematics
– Mengaitkan konsep pengetahuan tentang bangun datar dan segi banyak
– Melakukan pengukuran pada jembatan

Pembelajaran berbasis STEAM sangat menarik dan bermanfaat bagi siswa karena melatih rasa empati mereka dengan kondisi nyata yang sering terlihat.

Saat awal pelaksanaan proyek dilakukan. Terlihat kebingungan di wajah mereka. Pemberian stimulus dan pendampingan pun diberikan. Inilah peran guru saat mengajar.

Setelah diberikan stimulus dan pendampingan. Mereka mulai aktif berdiskusi sesama teman kelompok.

Sehingga semangat kolaborasi terjadi sesama mereka

Diskusi dan tukar pikiran semakin elok saat membuat jembatan dari hasil rancangan yang telah didesain.

Tidak berhenti sampai di situ saja. Dari hasil rancangan yang telah dibuat, dilakukan uji coba beberapa kali untuk menguji kekuatan jembatan.

Tampak kebahagiaan dari wajah mereka yang menyejukkan hati ketika jembatan yang didesain berhasil lolos uji coba setelah melakukan revisi beberapa kali.

Semoga ilmu yang didapatkan, suatu saat dapat diterapkan dan dikembangkan untuk agama, negara, dan seluruh umat manusia. Amin.

Hari ini kalian telah menjadi insinyur cilik yang luar biasa. Baarakallahu fiikum, Nak.

Makassar, 4 Februari 2021

Ditulis oleh: Guru Zubair (Wali kelas IV A.1)

About GZ

Check Also

Hukum Aqiqah Setelah Ganti Nama Saat Dewasa

Aqiqah dianjurkan pada hari ke tujuh, kalau belum mampu bisa di hari ke empat belas, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.