Home / artikel / Literasi Hijau

Literasi Hijau

Negara yang unggul dan berkualitas tak lepas dari program pemberdayaan sumber daya manusianya. Bahkan untuk membangun generasi emas 2045, setiap siswa mesti dibekali keterampilan abad 21 yang terdiri atas tiga komponen utama yaitu kualitas karakter, kompetensi, dan literasi dasar.

Keterampilan kualitas karakter yang terdiri atas unsur religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas, diharapkan agar siswa dapat beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Dan untuk keterampilan kompetensi diharapkan siswa dapat berpikir kritis, kreativ, memiliki komunikasi yang baik dan dapat berkolaborasi dalam memecahkan berbagai masalah kompleks.

Sementara untuk komponen literasi dasar yang terdiri atas literasi bahasa, numerasi, sains, digital, finansial, dan literasi budaya dan kewargaan, diharapkan siswa menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Menarik bagi saya untuk membahas persoalan literasi. Secara umum, literasi adalah kunci untuk terus menerus belajar dan meningkatkan kompetensi agar siap memasuki dunia kerja, bijak dalam mengambil keputusan, dan aktif berpartisipasi di lingkungan sosial. Dengan literasi, manusia mampu menjalani hidup sekarang dan nanti dengan lebih baik, insyaa Allah. Dan untuk mencapai tujuan tersebut tentu membutuhkan lingkungan yang sehat.

Disinilah esensi dari literasi hijau yang mesti diajarkan sejak pendidikan PAUD agar mencetak generasi cinta lingkungan, sehingga seluruh anak bangsa diharapkan menjadi inspirator lingkungan di masyarakat. Mendidik mereka untuk beraksi menjaga bumi adalah tugas bersama dan harus menjadi mimpi bersama karena lingkungan yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.

Berbagai cara pemberian edukasi sederhana dapat dilakukan dalam proses pembinaan literasi hijau diantaranya menanamkan kesadaran dalam diri siswa untuk memungut sampah dan membuang sesuai pada tempatnya, melakukan kegiatan ekobrik, mengadakan game yang bertema lingkungan, serta melaksanakan program satu siswa satu pohon bahkan terlibat aktif dalam perawatan tanaman sekolah seperti menyiram tanaman.

Sebagai generasi Muslim yang tangguh, jangan pernah melupakan kegiatan menanam pohon karena perbuatan tersebut merupakan sebuah ibadah. Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila hari kiamat telah dekat, sedang ditangan salah seorang diantara kalian terdapat bibit pohon kurma, jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka lakukanlah” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

Makassar, 23 Februari 2020
GZ

About GZ

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *