Home / artikel / Jangan Lupa Bahagia

Jangan Lupa Bahagia

Pendidikan bukanlah sirkuit balap, tapi sebuah taman yang indah dan membahagiakan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Berkata Abdul Kholiq dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Karakter Nabawiyah, “Keberhasilan pendidikan jangan lagi diukur dari kecepatan lulus, tapi dari kebahagiaan yang dirasakan dan manfaat yang diberikan kepada peserta didik.”

Guru harus lebih sering berinteraksi dengan murid untuk mendengarkan aspirasi dan memahami peserta didik. Bantu peserta didik mengenali dan mengoptimalkan potensinya. Anak bukan kertas kosong yang dipaksa belajar, tapi subyek pembelajaran yang butuh penguatan dari guru.

Hargai keunikan anak, termasuk menghargai potensi dan kecepatan belajar anak. Bersikaplah menjadi pendukung, bukan penuntut terhadap anak. Jadikan kebahagiaan sebagai acuan dalam mendidik anak.

Hal ini senada yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2014-2016 , Bapak Anies Baswedan. Beliau menyatakan, “Profesionalitas dan kompetensi guru itu sejatinya menentukan suasana di dalam kelas agar selalu menyenangkan bagi siswa.”

So, mulai detik ini ciptakan kebahagiaan di dalam hati peserta didik dan kenali potensi mereka. Karena hakikat dari tujuan proses pendidikan adalah bagaimana peserta didik BISA MELAKUKAN APA, tidak terbatas hanya pada mengetahui sesuatu hal.

Kota Daeng, 5 Februari 2020

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *