Home / artikel / Mendidik adalah Kenikmatan

Mendidik adalah Kenikmatan

Wahai saudaraku …

Mendidik adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan,

Mendidik adalah panggilan jiwa dengan kasih sayang,

Mendidik siswa tidak akan pernah mendatangkan kesengsaraan,

Karena mendidik merupakan tugas manusia termulia di muka bumi yakni para Nabi-Nabi Allah.

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” [Al-Jumu’ah ayat 2]

David Booth dan Richard Coles (2017) dalam buku What Is a “Good” Teacher? menulis ciri guru yang baik adalah
– menikmati berada di tengah siswa
– menjadi model bagi siswa
– peduli
– inovatif dan bertumbuh
– berusaha terlibat dengan siswa.

Abdul Kholiq (2017) mengungkapkan bahwa mendidik itu asalnya
– mudah
– tenang
– menyenangkan
– membuat bahagia (nikmat)

Mengapa demikian?

Karena mendidik itu perintah agama.

Melakukan perintah agama itu ibadah.

Sedangkan ibadah yang ikhlas dan benar (sesuai petunjuk Allah dan Rosul-Nya) akan mendatangkan kebahagiaan.

Salah satu kenikmatan yang pernah saya rasakan adalah menjadi seorang guru sekolah dasar dan saya lebih senang disebut sebagai pendidik daripada pengajar. Hal itu dikarenakan sosok guru merupakan orang yang begitu tulus mendedikasikan dirinya demi kepentingan peserta didiknya, bangsa , dan negaranya.

Hal itu juga sesuai dengan isi UU No.14 Tahun 2005 yang menyatakan, “Guru ialah seorang pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.”

Kesimpulannya, mendidik siswa adalah kenikmatan dan kebahagiaan sejati. Apabila selama mendidik, seorang guru masih merasakan kesedihan, mengalami stress, dan kurang bersemangat, maka tidak perlu menyalahkan siswa. Akan tetapi cobalah renungkan sejenak, mungkin cara atau metode mendidik yang dilakukan masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Itulah guru sejati dan profesional yang senantiasa mengevaluasi dirinya setelah melakukan proses pembelajaran tanpa harus menunggu waktu supervisi.

Kawan, sesungguhnya hak mengajar itu milik siswa, bukan milik guru. Berusahalah agar mereka dengan ikhlas memberikan hak tersebut agar kelak sosok guru diterima.

Raihlah hatinya…
Sebarkan cinta di dalam kelas…
dan rawatlah kebun indahmu.

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *