Home / artikel / Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Pagi itu (11/2) saya merealisasikan janji untuk kembali belajar di taman sekolah bersama siswa 4A1. Melihat wajah mereka di dalam kelas, seolah-olah mereka ingin mengatakan “Kegiatan apa lagi yah yang ingin dilakukan ustadz?”. Tanpa berlama-lama, ku sampaikan ke mereka bahwa hari ini kita akan membuat puisi dengan dua tema yaitu keberagaman di sekolah atau lingkungan sekolah. Mereka bebas memilih salah satu dari tema yang telah ditentukan.

Setiba di taman, saya meminta siswa untuk mencari tempat ternyaman dan memperhatikan kondisi sekolah kemudian mengeksplorasi seluruh kemampuan untuk menuliskan sebuah puisi. “Tunjukkan aksi terhebat kalian”,kataku kepada mereka.

Ternyata hanya waktu dua puluh menit, mereka bisa menulis puisi. Bukan cuma itu loh, mereka juga unjuk kehebatan dalam membaca puisi disertai gerakan yang unik dan lucu. Masyaa Allah itu luar biasa. Bagiku, hasil puisi mereka adalah nomor sekian, yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa berkarya, beraksi, dan berimajinasi. Sungguh pembelajaran diluar kelas memberikan kebahagiaan dan kreativitas bagi siswa untuk berkarya.

Entah kenapa, ucapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Nadiem Makarim sangat membekas di dalam otakku. Pada peringatan Hari Guru Nasional, beliau mengatakan “Dimanapun guru berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.
Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar..
Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengajar di kelas..
Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas..
Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan..
Temukan suatu bakat dalam diri siswa yang kurang percaya diri.”

Sungguh indah nasihat Bapak Nadiem Makarim jika semua guru-guru hebat Indonesia mengamalkannya dan ingin menjadi guru penggerak yang terus belajar dan berinovasi.

Bel sekolah pun berbunyi yang menandakan waktu pembelajaran tematik telah selesai. Diakhir pembelajaran, mereka beraksi dengan gaya salam literasi. Hmm.. tak lengkap rasanya jika diriku tidak mencantumkan hasil karya original puisi siswa-siswaku yang begitu hebat. Mereka pria, tapi memiliki cita rasa tinggi untuk menulis puisi, hehe.

Sekolahku
karya : Sakha Ibadil Kiram

Sekolahku penuh dengan pohon
Aku senang belajar disitu
Andaikan ada kolam berenang
Aku berenang di sekolahku

Oh..sekolahku
Terima kasih
Kamu ajari aku
Aku akan belajar lebih giat di sekolahku
Terima kasih ustadz dan ustadzah


 Wahdah Sekolahku
karya : Hudzaifa A

Wahdah sekolahku
Banyak orang di sekolahku
Laki-laki dan wanita
Ustadz dan ustadzah

Sekolahku yang indah
Tumbuh bunga yang indah
Tumbuh pohon dan rumput
Disini juga ada kolam

Sekolahku tempatku menuntut ilmu
Untuk mencapai cita-citaku
Bersama kita semua
Kita raih cita-cita kita


   Lingkungan Sekolahku

Aku masuk ke gerbang sekolah
Ku melihat pemandangan yang indah
Kolam ikan di kananku
Taman bungan di depanku

Dan yang lebih menyenangkan
Ustadz menyapaku dengan lembut
Yang membuat aku merasa hangat
Aku juga menyukai ekskul di sekolahku

Ada perisai badar dan memanah
Ada renang, robotik, dan tahfidz
Namun, aku hanya mengikuti satu ekskul

Ditulis oleh : Mr. GZ _ guru tematik 4.A1

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *