Home / artikel / Cerdas Bahasa

Cerdas Bahasa

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Canberra, Australia. Di sana, Jokowi bertemu dengan Gubernur Jenderal Australia David Hurley yang menyambut Jokowi dengan berpidato Bahasa Indonesia. Dalam benak penulis, wow ternyata Sang Jenderalnya pintar menarik Pak Presiden.

Seorang Ustadz ingin belajar bahasa Makassar karena tuntutan para pendengarnya yang mayoritas orang Makassar.

Bahasa asing itu ternyata penting. Semakin canggihnya teknologi zaman now, menyebabkan semakin banyak hubungan antar bangsa. Perdagangan internasional juga semakin ramai.

Dulu biasa kalau nelpon keluarga jauh, kita harus ke wartel. Tapi sekarang zaman digital, video call, whatsApp, intsgram, twiter, hp android dimana-mana dari anak TK sampai kakek- kakek semua menikmatinya.

Ya inilah zaman now, maka membekali anak muslim dengan bahasa asing sangat penting, apalagi bahasa syar’i, Bahasa Arab. Termasuk bahasa Inggris, Jerman, Prancis dan Jepang. Tentu setelah anak berhasil membaca Al-Quran dengan baik dan sudah menghapal hadist, seyognya anak didik diberi semangat menekuni bahasa asing. Inilah yang pertama dilakukan oleh Rasullullah Shallallohu alaihi Wassalam pada saat awal hijrah kehadiran beliau di Madina al-Munawwarah setelah hijrah dari Makkah.

Abu Ya’la dan Ibnu Asakir meriwatkan dari Zaid bin Tsabit bahwa ia berkata,”Ketika Nabi tiba di kota Madinah, aku dihadapkan kepada beliau” Orang-orang berkomentar, “Ya Rasulullah, ini adalah seorang anak dari Bani Najjar yang telah hapal 17 surat Al-Qur’an”. Aku pun kemudian membacakan kepada beliau agar disimak dan dicek oleh beliau. Nabi kagum akan bacaanku kemudian beliau bersabda, “Wahai Zaid, pelajarilah bahasa Yahudi karena aku tidak yakin bangsa Yahudi itu bisa memahami bahasa tulisan kita, akupun kemudian mempelajari setengah bulan kemudian aku menguasainya. Bahkan dalam riwayat yang lain Zaid belajar bahasa Suryani selama 17 hari, beliau menguasai bahasa tersebut.

Bahkan dalam sebuah kisah salaf disebutkan. Umar bin Qais berkata bahwa Ibnu Zubair memiliki seratus budak atau pembantu yang masing-masing asing berbicara dengan bahasanya dan Ibnu Zubair berbicara kepada mereka dengan bahasanya. Wah, banyak sekali bahasa yang dikusainya. Ini membuktikan bahwa Zaid dan Ibnu Zubair mempunyai intelegensi verbal – linguistik, yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan masalah bahasa dan segala sesuatunya berasal dari kegiatan membaca dan menulis. Wah ternyata menulis dan membaca, membuat cerdas berbahasa.
Ajarkan mereka bahasa Arab maka isi Al-Qur’an dan Sunnah mereka pahami karena syari’at in datang dengan bahasa Arab dan setiap syariat tidak akan tampak kecuali dengan suatu bahasa.

? Abu Harun SDIT WI 01 Antang

About admin

Check Also

Guru Menerima Hadiah dari Murid?

Rasa terima kasih terkadang diinterpretasikan dengan memberikan sebuah hadiah dari wali murid kepada seorang guru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *