Home / artikel / Guru Abad 21

Guru Abad 21

Abad 21 menuntut peran guru yang semakin tinggi dan optimal. Selain mengajar dengan cara kreatif dan berpikir tingkat tinggi sehingga sistem pembelajaran berpola student centered learning, guru juga dituntut untuk menguasai teknologi, menanamkan pendidikan karakter yang kuat, dan soft skill dalam memahami psikologi pembelajaran (cognitive psychology).

Oleh karena itu, di era digitalisasi saat ini, sejatinya seorang guru jangan selalu berada dalam zona nyaman. Jadilah guru yang out of the box dan “anti mainstream”.

Hindarilah sifat kaku dalam mengajar yang selalu merasa ketakutan jika materi tidak selesai disampaikan dari satu ke bab lainnya yang terdapat pada buku teks siswa.

Mari kembalikan kepada diri sendiri jika seandainya saya & anda berposisi sebagai murid yang dalam satu pekan, pembelajaran selalu dilakukan di dalam kelas dari waktu pagi sampai pulang dan itu terjadi berbulan-bulan. Apa yang dirasakan? Cukup saya dan anda yang mengetahui jawabannya.

Pengetahuan kognitif itu penting buat siswa, tapi menjadikan siswa pro aktif dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya serta mengembangkan kreatifitas siswa, itu tak kalah pentingnya.

Sebuah ucapan menarik dari Bapak Anies Baswedan saat membuka Rakornas Ikatan Guru Indonesia (IGI), beliau mengatakan, secara umum guru terbagi atas tiga jenis:
– guru pengajar (hanya mengajar)
– guru penginsipirasi
– guru penggerak

Seorang guru seharusnya mencetak peserta didik untuk “BISA APA, tidak hanya sebatas tahu apa”.

Dan akhirnya tibalah kita pada inti pembahasan yang ingin saya utarakan kepada guru se-Dunia.

Wahai para guru…
Entah dirimu berada di abad 21, 22, 23, atau abad berapapun itu, jangan pernah lupa mengajarkan dan tanamkan didalam lubuk hati peserta didik perihal UNTUK APA MEREKA DICIPTAKAN KE DUNIA.

Sebagai penutup, tak puas hati ini jika belum berbagi ucapan seorang sosok alim terkenal.

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Assa’diy rahimahullah berkata di dalam ad-Durratul Faakhiroh lisy-Syaikh Assa’diy:

واعلم أنّ المقصود من العبد : عبادةاللّٰه ومعرفته ومحبّته والإنابة إليه على الدوام، وسلوك الطرق الّتي توصله إلى دار السّلام.

“Ketahuilah, bahwasannya tujuan dari diciptakannya seorang hamba adalah : Beribadah kepada Allah ‘Azza wajalla, mengenal-Nya, mencintai-Nya, dan kembali kepada-Nya secara berkesinambungan, serta menempuh jalan-jalan yang mengantarkannya kepada negeri keselamatan (al-Jannah).”

? GZ_ bahagia menjadi guru tematik

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *