Home / artikel / Cahaya Ikhlas

Cahaya Ikhlas

Mendidik dan menuntut ilmu merupakan rutinitas yang mewarnai kehidupan setiap insan. Mendidik adalah pintu gerbang untuk mencetak generasi-generasi hebat. Sedangkan menuntut ilmu adalah jalan singkat menuju surga. Keduanya merupakan ibadah yang agung dan indah.

Untuk meraih kesuksesan dalam mendidik dan menuntut ilmu diperlukan sebuah kunci yang menjadi penentu diterimanya suatu amalan saleh dan untuk mendapatkan kunci tersebut dibutuhkan pengorbanan yang begitu kuat.  Kunci itu bernama ikhlas. Berkata Sufyan Ats-Tsauri rohimahullah, “Tidak ada sesuatu yang lebih sulit bagi saya meluruskannya daripada ketika meluruskan niat agar ikhlas hanya untuk Allah.” Sungguh perkara ikhlas merupakan perkara yang mudah bagi mereka yang diberi taufik oleh Allah, dan menjadi sulit bagi mereka yang tidak diberikan taufik-Nya. Maka sungguh indah ucapan Imam ‘Abdullah ibnu Al Mubarak rohimahullah, beliau berkata: “Terkadang amal yang kecil menjadi besar nilainya karena niat, dan terkadang amal yang besar menjadi kecil nilainya karena niat.”

Para pembaca yang dirahmati oleh Allah, tidak diragukan lagi bahwa ikhlas adalah sebab datangnya pertolongan Allah, dinaikkannya derajat manusia di dunia dan di akhirat, dan pelakunya memperoleh kecintaan dari Allah, bahkan dari penduduk langit dan bumi.

Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata khalasha yakhlishu khalusha yang artinya murni dan telah hilang kotorannya. Dan secara istilah, ikhlas adalah mengerjakan amalan dan mendekatkan diri dengannya hanya kepada Allah, bukan karena riya’ (ingin dipuji oleh manusia), dan bukan karena sum’ah (beramal karena ingin didengar oleh orang lain). Oleh sebab itu, Al Qadhi bin ‘Iyyadh rohimahullah berkata, “Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’, dan beramal karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlas ialah apabila Allah menyelamatkan engkau dari keduanya.”

Wahai saudaraku yang kucintai karena Allah. Ikhlas merupakan sifat yang paling utama dan penting yang wajib dimiliki seluruh kaum muslimin, terkhusus bagi para pendidik (guru) dan penuntut ilmu (pelajar). Ikhlas bagaikan ruh amalan seorang hamba. Tanpa ikhlas, kesungguhan dan amalannya bagaikan debu yang berterbangan.

Ibnul Qayyim rohimahullah mengungkapkan:

Kebaikan, keberuntungan dan kesenangan hati adalah
Dengan memurnikan cinta dan ibadah hanya untuk Allah.

Artinya, kebaikan, keberuntungan, dan kenikmatan hati ada dalam mengikhlaskan cinta dan ibadah hanya untuk Allah. Jadi, cinta dan ibadah kepada Allah adalah surga bagi hati tersebut, bahkan kekuatan dan kehidupannya.

Telah bersabda Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu.” [Hadits Riwayat Bukhari & Muslim]

Wahai para pendidik yang telah Allah muliakan dengan ilmu
Wahai  para pelajar yang mencintai kesuksesan masa depan…

Di antara hal yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Salah satu doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah ﷺ adalah :

Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika, wa anaa a’lamu, wa astaghfiruka lima laa a’lam.

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” [Hadits Riwayat Ahmad]

{GZ}

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *