Home / artikel / Belajar di Taman

Belajar di Taman

Pagi ini (10/2) saya memasuki ruangan kelas 4.A1 dengan membawa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan beberapa alat peraga. Kegiatan pendahuluan seperti memberi salam dan berdoa pun dilakukan. Kemudian saya berkata kepada mereka “Hari ini kita akan belajar di taman sekolah, kalian semua akan menjadi ilmuwan dan peneliti hebat.” Seketika mereka kompak berteriak kegirangan, “Hore…hore… belajar di taman.”

Sebelum keluar kelas, kusampaikan aturan main saat belajar di taman dan ucapan yang paling kutekankan ke mereka adalah “Jangan kerja individu yah. Kalian harus berkolaborasi tim dengan baik.” Mereka pun menjawab “Siap ustadz.”

Saat tiba di taman, masing-masing ketua kelompok mengambil LKPD. Aktivitas penelitian pun mereka lakukan untuk menjawab tantangan pada lembar LKPD. Diantara mereka ada yang menarik tiang gawang, memperhatikan kolam ikan dan air mancurnya, berjalan diatas lapangan yang licin, melakukan uji coba magnet, mengamati pohon yang bergerak, menaiki sepeda bahkan menjatuhkan barang plastik dari ketinggian. Semua kegiatan tersebut sebenarnya bertujuan untuk memperdalam materi macam-macam gaya agar mereka mengetahui secara real penggunaan konsep gaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Waktu menunjukkan 11.15 yang artinya sepuluh menit kegiatan penelitian telah berlangsung. Dari kejauhan ku melihat mereka sangat aktif meneliti, bahkan tak jarang kudapati saling tertawa bersama teman kelompoknya. Dalam hatiku bergumam, “Ya Allah betapa bahagianya mereka. Sungguh konsep merdeka belajar telah memberikan kebebasan berkreasi dalam diri siswaku.”

Karena waktu penelitian hampir berakhir, kupanggil mereka untuk segera mendiskusikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Singkat cerita, masing-masing dari mereka mempresentasikan hasil kerja sesuai kelompoknya. Suasana begitu aktif karena mereka saling mengkritik dengan cerdas dan diriku mengapresiasi kinerja mereka yang begitu luar biasa. Dan tibalah saat yang kutunggu yaitu sesi tanya jawab. Yah, sesi tanya jawab adalah sesi favoritku dalam mengajar karena sesi inilah sering kusampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka untuk didiskusikan, dan sebagai sarana untuk meningkatkan daya nalar tinggi dalam diri mereka. Salah satu pertanyaan yang kuajukan adalah, “Coba kalian pikirkan, apa yang akan terjadi bila tidak ada gaya gravitasi dipermukaan bumi?. Berbagai jawaban terlontarkan dalam lisan mereka, diantaranya:
“Ustadz, kalau tidak ada gaya gravitasi bumi gunung-gunung akan saling bertabrakan”

“Ustadz, bahaya itu kalau tidak ada gravitasi bumi, susah maka pergi ke Mall”

“Kalau tidak ada gravitasi bumi, pasti melayang-melayang ustadz”

“Tidak bisa maka pergi kesekolah”

“Aih, jadi ringan mi badanku ustadz”.

Masyaa Allah, jawaban yang mereka sampaikan membuatku tersenyum dan tidak kusalahkan karena mereka sudah paham konsepnya meskipun konteks jawaban mereka berbeda-beda.

Dan diujung pembelajaran, mereka mengatakan kepadaku, “Ustadz, besok belajar tematiknya jadi ilmuwan lagi yah.” Saat itu pula kujawab “Siap Anakku sayang…” dan mereka tersenyum lepas.

Sungguh belajar diluar kelas bagi guru dan siswa adalah hal yang sangat menyenangkan. Teringat ucapan Bapak Supriano sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan ( Dirjen GTK), “Guru penggerak merupakan guru yang memiliki inovasi dan kreativitas. Satu sekolah minimal ada satu guru penggerak. Resource belajar bisa dari mana saja. Mengajar bisa dilakukan di luar kelas.”

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan sebuah kalimat motivasi kepada siapa saja yang membaca tulisan sederhana ini. Berkata Prof. Dr. Sri Anitah didalam buku Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar, “Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang memicu dan menantang siswa belajar. Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat peraga, apalagi di kelas rendah kurang memicu siswa belajar lebih giat. Belajar dengan melalui pengalaman langsung hasilnya akan lebih baik karena siswa akan lebih memahami, dan lebih menguasai pembelajaran tersebut.”

Penulis : GZ_10022020

About GZ

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *