Home / Parenting / Mendidik Anak dengan Kelembutan

Mendidik Anak dengan Kelembutan

Dalam berita BBC seorang anak memukul temannya bahkan memegang senjata tajam dan melakukan kekerasan. Media yang ada di zaman now hampir menjadi sarapan sehari – hari dalam memberitakan tindakan kekerasan. Belum lagi pelecahan dan berbagai berita kriminal lainnya, bahkan ada seorang murid membunuh gurunya. Ya.. sadis banget..ya? Inilah zaman now!

Kita sebagai seorang muslim harus berpikir cerdas dan mencarikan solusi agar masalah ini selesai.
Jika kita buka buku sejarah Nabi kita Shallalahu ‘alaihi wasallam, dahulu Arab jahiliyah suka berperang antar suku, bahkan mereka rela mati membela kabilahnya. Di era jahiliyah masa itu, Nabi kita datang dengan sikap kelembutan.

Allah Ta’ala berfirman.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]


Inilah tarbiyah yang datang dari ilahi untuk menghadapi Arab jahiliyah, Nabi bersikap lembut. Kelembutan itu tidak merugikan atau menjadikan dirinya ternilai rendah, justru berlembut hati itu membuat dirinya terlihat indah. Dan dakwah diterima bahkan dia solusi dari masalah terselesaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadis:

فَإِنَّ الرِّفْقَ لَمْ يَكُنْ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan memperkeruhnya” (HR. Abu Daud)

Pemaparan di atas bisa dijadikan motivasi bagi kita para pendidik, guru, ustadz, ayah serta bunda untuk bersikap lembut terhadap anak atau anak didik kita. Kita harus terus belajar untuk tidak sering bersikap kasar dan gampang marah saat menghadapi beberapa situasi yang tidak mengenakkan.

Wahai para Guru, Ayah, Bunda ajarkan mereka kelembutan karena dengan kelembutan mereka akan bersikap tenang dalam menghadapi masalah. Karena dibalik kelembutan kelemahan seorang ibu telah melahirkan generasi-generasi tangguh. Bukankah kelembutan hati serta kesantunan kata dan perbuatan seperti sinar laser yang menembus kulit?

Kelembutan dan kesantunan dapat meluruhkan hati yang keras tanpa menyakiti dan mencerahkan pikiran yang bebal tanpa menghakimi anak didik kita.

? Abu Harun SDIT 01 Antang.

About admin

Check Also

action blur car child

Anak-anak, Dahulu dan Sekarang⁣

⁣Menurut Dr Abdulkarim Bakkar dalam kitab Ibnu zamânih, yang membedakan generasi sekarang dengan generasi dahulu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *