Home / artikel / Tarbiyah Mahabbah (Pendidikan Rasa Cinta)

Tarbiyah Mahabbah (Pendidikan Rasa Cinta)

Seorang istri bersama anaknya yang masih kecil merasakan lelah, letih, dari perjalanan jauh menjenguk mertuanya karena melaksanakan wasiat suami ketika menjelang akhir hayatnya.
Ya.. rasa cinta yang ditanam seorang suami sehingga rasa lelah dan letih tidak menjadi beban berat bagi sang istri.
Seorang ustadz mengatakan kepada mutarobbinya, “Tarbiah butuh kesabaran dan istiqomah“. Salah seorang dari mutarobbinya berkata, “Bukan hanya sabar Ustadz tapi ada rasa cinta sehingga tidak bermalas-malasan datang Tarbiyah.”

Ya tarbiyah perlu mahabbah sehingga memberi energi dan motivasi menghilangkan rasa malas dalam tarbiyah. Seperti kata pepatah cinta

Gunung akan kudaki lautan kan kuseberangi..


Ya…, itulah tarbiyah cinta mendatangkan semangat dalam hidup ini.
Kita mungkin dengar kisah pelajar Indonesia yang cerdas pintar bahkan termasuk 10 pelajar terpintar di seluruh dunia. Dia menemukan ide penelitian ilmiah obat penurun berat badan tanpa zat kimia, olahraga dan kelaparan. Ide itu muncul karena masalah obesitas yang dialami oleh keluarganya.

Sehingga dalam benak penulis, rasa cinta kepada keluarganya dia berpikir untuk mencari solusi akhirnya dengan izin Allah dia menemukan ide dan obat tersebut. Subhanaullah..

Begitulah rasa tarbiyah cinta kepada keluarga, adanya empati dan peduli.

Ya… pendidikan cinta yang harus untuk kita tanamkan kepada anak didik kita, sehingga mereka rindu dengan sekolah.

“Ustadz, kenapa tidak mengajar lagi di kelas 4?”

Ya… ungkapan cinta dari renung hati yang dalam dari murid-murid kita yang rindu dengan gurunya. Bahkan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan rasa cinta sayang. Betapa beliau menanamkan Tarbiyah Cinta kepada sahabat.

Kisah yang menarik hati dalam buku buku hadist dan sejarah. Pelajaran cinta beliau selalu memulai salam bahkan terhadap anak kecil, subhanallah.

Kalian akan saling mencintai, beliau teladan cinta, kalau kalian benar benar

Mencintai Allah maka ikut Aku, sehingga mereka disebut sebagai generasi terbaik.
Ya..kisah sahabat Usman bin Affan Rodiyaullahu anhu bagaimana kecintaan kepada Al-Qur’an sehingga beliau berkata, “Sekiranya hati kita bersih maka tidak akan pernah mersa kenyang untuk membaca Al-Qur’an”.

Bahkan sebagian kisah salaf karena cinta kepada ilmu dia menyibukkan dirinya dengan belajar sehingga dia lupa menikah sampai akhir hayatnya. Bahkan ada kisah salaf karena cintanya dengan buku dia lupa bahwa dia telah beristri, dia lebih sibuk dengan buku-bukunya daripada keluarganya. Sehingga istrinya berkata “Engkau lebih perhatian dengan buku dari padaku”.


Ya …menakjubkan kalau anak didik kita tidak lepas dari buku bacaan Al-Qur’an, bahkan perpustakaan menjadi tempat yang sangat dirindukannya. Mereka bukan lagi kutu buku tapi menjadi predator buku.

Ya itulah tarbiyah cinta susah untuk digambarkan akan tetapi hasilnya sangat menajubkan.
Ajarkan mereka cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka kelezatan iman yang masuk ke dalam jiwa mereka.
Ajarkan cinta kepada ilmu sehingga mereka bersemangat dan rajin belajar.
Ajarkan cinta kepada sesama maka rasa empati dan peduli yang ada dalam diri mereka.
Ajarkan cinta pada lingkungan sehingga tertanam dalam jiwa mereka rasa menjaga dan tidak merusaknya.

?? Abu Musa SDIT WI 01antang

About admin

Check Also

Guru Menerima Hadiah dari Murid?

Rasa terima kasih terkadang diinterpretasikan dengan memberikan sebuah hadiah dari wali murid kepada seorang guru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *