Home / berita / Ustadz Ikhwan: Mari Membersamai Anak-anak dengan Intense

Ustadz Ikhwan: Mari Membersamai Anak-anak dengan Intense

SDIT Wahdah Islamiyah 01 mengadakan silaturahim dan penerimaan rapor dengan tema “Surah At Tahrim Ayat 6”, di Aula Hasanuddin gedung PKP2A LAN Jl. Raya Baruga No.48, Antang, Kota Makassar (22/12). Sebagai pemateri Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc., M.H.I menjelaskan bahwa surah At Tahrim yang berbicara tentang orang tua dan anak.  “Hari ini kita berbicara tentang anak-anak kita, tentang buah hati. Berbicara tenang mereka, pasti terbayang dibenak kita bersama dengan mereka di surga. Berbicara tentang keluarga berbicara tentang endingnya, reuni happy endingnya di surga atau saling melaknat di neraka”, kata Ustad Ikhwan dalam mukadimah materinya setelah beliau membacakan Surah At Tahrim ayat 6 itu dengan khusyu’.

Dalam materinya beliau menasihati orang tua dan guru yang hadir agar selalu memberikan perhatian kepada anak. Beliau ingin melihat respon, reward, dan applause saat ada penampilan anak-anak. Beliau mengaku saat penampilan murid perempuan dari kelas 2B1 yang tampil sangat luar biasa yang dapat membuat terenyuh mengingat perjuangan ibu. Kemudian beliau mengajak peserta bertakbir 3 kali untuk penampilan mereka “Apreasiasi dengan takbir, Allahu akbar…”kata Ustadz Ikhwan yng disambut takbir oleh ratusan peserta. Luar biasa nasyid yang berjudul Ibu yang terharu dan tersentuh karena mendapat inspirasi dari anak-anak kita yang mengekspresikan cintanya, kata beliau.

Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah ini mengajak orang tua menangkap energi cinta anak-anak dan kembali memberi feedback efek cinta itu kepada mereka. Beliau menyarankan agar terus membersamai anak-anak, utamannya untuk acara yang berfaedah untuk mereka, “Boleh berinvestasi dengan infrastruktur dimana-mana, tapi infrastrukur keluarga utamanya anak adalah investasi yang paling utama. Sekarang kita bisa test sejauh mana betapa cinta kepada anak kita jika kita diperhadapkan dengan acara seperti ini dengan acara lain ?”, kata Ustadz memberi pilihan.

Waktu di sekolah lebih sedikit daripada di rumah, olehnya itu orang tua harusnya punya program yang terukur  untuk anak-anaknya. Sehingga katanya akan terlihat anak menggandeng bapaknya ke masjid. “Bapak atau ibu punya waktu dengan anaknya? Siapa yang alokasikan waktunya kepada anaknya 30 menit sehari untuk berbicara dengannya?” tanya Ustadz agar peserta menjawab didalam hati.

Tanggung jawab bukan hanya di sekolah. Tanggung jawab di sekolah hanya satu bagian, namun tanggung jawab terbesar adalah orang tua. Katanya, kita membersamai anak kita tidak lama.  Karena jika anak tidak diperhatikan maka mereka akan diamabil oleh teknologi yang menawarkan segalanya yang ada.  Beliau bepesan agar untuk usia SD agar belum diberikan smartphone.

Dengan membacakan kisah Imam Ahmad rahimahullah dimasa kecilnya yang terlahir sebagai yatim, namum dengan kegigihan seorang Ibu yang perhatian kepadanya maka akhirnya Imam Ahad dapat dikenal sampai sekarang , Imam besar Ahlusunnah yang memiliki karya masterpiece. “Imam Ahmad memliki ibu yang berkonsenrasi merawatnya, Beliau berceria bahwa ibuku menyiapkan sorbanku, bajuku, memandikanku kemudian memakaikan baju terbaikku. Menungguku di depan masjid,” kisah Ustadz yang semua anaknya penghafal Al Qur’an.

Kemudian diakhir materinya beliau berharap agar ada contoh yang dilihat di rumah, “Tidak semat-mata menyuruh, namum mesti ada teladan yang dilihat, mencontohkan dalam pergi masjid”, kata Ustadz. Sering-sering mendoakan anak-anak sebagaimana doa nabi Ibrahim.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

(Rabbi habli minash shalihin)

Artinya: “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.” Lihat Al Quran surat Al Qashshash: 110.

Ustadz Ikhwan mengatakan bahwa SDIT Wahdah Islamiyah berkomitemen mengarahkan anak-anak sebagai kodratnya, menjadi generasi sholeh yang kuat. Olehnya itu beliau menyarankan agar sekolah nantinya memperhatikan skill syar’i seperti sembelih qurban, dan olahraga sunnah (memanah, berenang dan berkuda).

About admin

Check Also

Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan literasi untuk para guru-gurunya, dengan tema “Gerakan Literasi Guru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *