Home / artikel / Sudah Siapkah Anda?

Sudah Siapkah Anda?

Malam ini, 18 Sya’ban 1441 H. Artinya kurang lebih 11 atau 12 hari lagi bulan penuh mulia akan kita sambut. Ramadhan penuh makna. Bagi kaum muslimin di manapun berada akan menyambut dengan gembira dengan berbagai bentuk persiapan. Mulai dari persiapan logistik, fisik dan mental juga persiapan berupa penguatan ruhiyah. Bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan latihan, bulan persiapan menyambut Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih banyak perpuasa setelah puasa Ramadhan adalah di bulan Sya’ban. Begitulah kabar dari Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallhu Anha

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

Para sahabat yang mulia menjadikan bulan sya’ban sebagai latihan memperbanyak membaca surat cinta dari Allah Azza wa Jalla

Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:

كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ الْقُرَّاءِ

Artinya: “Dulu dikatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an).”

Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Amr bin Qais rahimahullah apabila beliau memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur’an. (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali)

Kegembiraan menyambut Ramadhan juga nampak pada kegiatan mudik ke kampung halaman. Para perantau seakan bersepakat untuk memulai ibadah mulia ini di tanah kelahiran bersama dengan keluarga besar. Begitulah kerinduan membuncah para orangtua agar anak cucu keturunannya bisa berkumpul bersama menikmati bersama awal Ramadhan.

Pembaca yang budiman.
Tahukah Anda, bahwa Ramadhan kali ini di tahun 1441 H berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya?

Wabah COVID-19 Allah datangkan sebagi ujian bagi seluruh hamba-hamba-Nya, dan secara drastis berdampak pada kehidupan manusia secara umum, kaum muslimin secara khusus. Termasuk dalam aktifitas Ibadah di bulan Ramadhan.

COVID-19 mengubah segalanya. Kebijakan pemerintah untuk stay at home juga berimbas pada ketiadaan mudik, pulang kampung. Ketiadaan shalat Tarawih berjama’ah, buka puasa bersama. Bahkan, kemungkinan besar ketiadaan sholat Idul Fitri. Kementrian Agama RI sudah mengantisipasi hal ini dengan edarannya yang lahir sejak dini. Walaupun harapan kita, semoga semua bisa pulih kembali menjadi normal ketika Ramadhan datang bersambut.

Persiapan demi persiapan harus tetap dilakukan walau tak seperti biasanya. Selain persiapan dasar yang telah kita sebutkan sebelumnya adalah persiapan Kepala Rumah Tangga untuk menjadi imam sholat Tarawih dengan jama’ah isteri dan anak-anaknya. Sekaligus persiapan menjadi muballiq Ramadhan di rumah masing-masing.

Sungguh, dibalik kesulitan COVID-19 Allah senantiasa mendatangkan busyrah (kegembiraan) dengan kemudahan-kemudahan dalam segala sisi.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Artinya: “Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Al-Tholaq: 7)

Ibnul Jauziy al-Syaukani dan mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” (Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, 6/42)

Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/154)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Artinya: “Bersama kesulitan, ada kemudahan.” (HR. Ahmad no. 2804)

Pembaca yang budiman,
Yakinlah kepada Allah bahwa ujian ini akan berlalu pada waktu yang ditetapkan oleh-Nya. Mariki kita hadapi dengan penuh kesabaran atas kesulitan yang ada sekaligus bersyukur atas kemudahan-kemudahan yang Allah datangkan ketika dan setelah kesulitan itu.

Sungguh Allah akan menaungi hamba-hambanya dengan ridho dan kasih sayangnya. Terlebih dalam bulan Ramadhan, bulan di mana Allah siapkan begitu banyak kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur.

Makassar, 18 Sya’ban 1441 H
?️Abu Adam Nasaruddin

About GZ

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *