Home / berita / Student Active Learning, Siswa Sendiri Menemukan  Informasi Pembelajaran

Student Active Learning, Siswa Sendiri Menemukan  Informasi Pembelajaran

Proses pembelajaran kelas yang aktif, kreatif, dan dinamis, SDIT Wahdah Islamiyah 01 dan SDIT Wihdahtul Ummah bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya menggelar pelatihan Student Active Learning (SAL) di JlStar Hotel, Jl Boulevard Panakkukang  Makassar.

Selama tiga hari (18-21 April 2019) sejumlah guru yang mendapat amanah sebagai wali kelas Sekolah Dasar  Islam Terpadu  (SDIT) Wahdah Islamiyah 01 diikutkan  untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengaktifkan siswa.

Dua pemateri dari KPI yakni Ibu Erin dan Ibu Yuni memberikan materi berbasis pratik. Menurutnya model pembelajaran dahulu (conventional learning ) dengan model pembelajaran sekarang (active learning) sangatlah berbeda. Dalam pembelajaran konvensional  guru memberikan materi dengan model ceramah, namun dalam active learning  guru mengajak siswa  menemukan sendiri informasi pembelajaran.

Pemateri dari Surabaya ini menegaskan bahwa dalam active learning pembelajaran tak lagi berpusat pada guru namun pada siswa, yang menuntut guru memberdayakan panca indera dan potensi siswa dalam menemukan pengetahuan. Selain itu, guru juga harus menggunakan banyak metode dan media sehingga siswa senang mengikuti proses belajar.

Pemateri dari KPI Surabaya mengajak peserta pelatihan untuk tak lupa mengondisikan kelas di awal pembelajaran dengan aturan. Salah satu syarat dalam membuat aturan adalah melibatkan siswa, sehingga siswa bukan lagi objek tetapi subjek pembelajaran di kelas.

Ada lima strategi yang bisa dipakai dalam mererapkan active learning. Yaitu dengan permainan kartu (based on card), diskusi kelompok (based on discussion), permainan kata (based on text), demonstrasi (based on demonstration), dan menggunakan pertanyaan (based on questions).

“Keberadaan tiga hari ditunggu-tunggu sama saudara (guru) kami yang lain. Ilmu yang diperoleh kiranya dapat ditransfer ke teman teman (guru) yang lain,” ungkap Ustadz  Drs Jasman Ali Nur, Kepala SDIT Wahdah Islamiyah 01. 
Jika dalam 3 hari ini dipraktekkan, maka anak-anak akan rindu dengan gurunya, karena mengajar dengan penuh antusias dan semangat. Harap Ustadz Jasman kepada guru guru yang ikut pelatihan ini.

About admin

Check Also

Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan literasi untuk para guru-gurunya, dengan tema “Gerakan Literasi Guru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *