Home / Covid-19 / Seuntaian Kisah dan Pelajaran Indah di Balik Virus Corona

Seuntaian Kisah dan Pelajaran Indah di Balik Virus Corona

Maa syaa Allah

Dalam kondisi dan keadaan di mana indonesia dan negara-negara lain bahkan hampir di seluiruh dunia. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ujian,cobaan bahkan musibah bagi kita semua sekaligus nikmatNya yang tak terhingga yang tidak dapat kita hitung satu persatu. Bahkan bagi kami sendiri ini justru yang sangat memprihatinkan, mengkhawatirkan, membuat hati kita bersedih dan sekaligus menyadarkan diri-diri kita semua.

Dengan mewabahnya virus corona ini dapat merugikan bahkan menjadi muhasabah dan intropeksi diri kita masing-masing sebagai hamba Allah yang lemah dan terluput dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Justru ini adalah pelajaran dan sekaligus  tamparan keras bagi diri-diri kita dengan adanya kejadian ini. Boleh jadi ini adalah ujian,  cobaan, bahkan boleh jadi ini adalah salah satu teguran bagi diri-diri kita untuk selalu perlunya muhasabah diri untuk menjadi lebih baik dan perlunya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita pada Allah subhanahu wa ta’ala. . Yah muncul serta mewabanhnya virus corona.. Tidak hanya mewabahnya  di indonesia tapi di negara-negara yang lain bahkan hampir seluruh indonesia.

Tetap selalu memohon perlindungan dan pertolongan pada Allah. Tetap dahulukan prasangkaan baik kita pada-Nya. Tetap bersabar dan semoga mewabahnya virus corona  ini bisa segera hilang selama-lamanya.

Saudara dan saudariku…semoga di balik kejadian ini Allah memberikan ampunan serta rahmatnya pada diri-diri kita. Tetap bersabar hingga berbuah jannahNya.

Dibalik mewabahnya virus corona ini,

Aku bangga pada kalian.

Kalian adalah pahlawan yang pemberani,  yang berjuang dan memberikan manfaat kebaikan pada orang lain. Yang rela meninggalkan anak-anaknya, istri-istrinya, suami-suaminya bahkan keluarganya demi membantu dan menolong saudara-saudarimu.

Pada hari itu hari Jum’at tanggal 27 maret 2020. Setelah Selesai melakukan aktivitas pagi, sejenak saya membuka hp dan ingin melihat dan mengetahui keadaan berita tentang sekarang. Akhirnya saya melihat dan mendengar berita tersebut. Dari berita tersebut yang saya dapatkan adalah  dimana berawal dari seorang bapak ojek online. Yang sedang terbaring di sebuah kursi. Tempat untuk nongkrong. Dalam kondisi keadaan tubuh yang panas, pusing dan mual-mual. Berharap ada orang yang mau melihat keadaan atau menengok bapak tersebut. Yah meskipun  ada beberapa orang dari kejauhan yang melihat bapak itu,  bahkan dari kejauhan dan di sekitarnyapun orang-orang tidak berani mendekat apalagi mau melihat kondisi bapak itu. Bahkan menolongnyapun tidak apalagi tidak berani untuk berdekatan dengan bapak tersebut.

Karena takut dan khawatir akan adanya gejala-gejala virus corona yang ada pada bapak tersebut. Astaghfirullah..

Akhirnya salah seorang dari kejauhan menelepon bapak polisi. Kemudian bapak polisi menghubungi tim medis untuk melihat keadaan dan kondisi bapak tersebut. Akhirnya tim medis mengangkat bapak itu dan membawanya dengan menggunakan mobil. Tim medis yang dengan perlengkapan menggunakan memakai alat pelindung untuk seluruh badan seperti plastik-plastik  di seluruh tubuh langsung membawa bapak tersebut.

Dari kejadian di berita tersebut kita dapat mengambil salah satu pelajaran. Kepada siapa lagi yang pantas dan perlu kita harapkan? Kecuali hanya berharap dan pasrah pada Allah subhanahu wa ta’ala.  Orang baik di sekelilingpun, entah itu teman dekat, atau tetanggapun tidak berani apalagi menolongmu. Bahkan orang-orang di sekitarmu, di samping dan di sekeliling kamu tidak berani dan peduli terhadap keadaan dan kondisimu sekarang. Tidak lagi menganggap saya dan kamu bahkan tidak mampu untuk menolong ketika kita ingin membutuhkan pertolongan, membantu ketika dalam keadaan kesulitan. Cukuplah sebaik-baik pelindung dan penolong yang terbaik adalah Allah subhanu wa ta’ala. Maka besarkanlah pengharapan dan keyakinan kita.

MasyaaAllah…

Yah, Aku bangga pada kalian.

Kalian adalah pahlawan yang berani. Membantu saudara-saudarimu yang sedang membutuhkan bantuan dan pertolongan. saling mengingatkan bahkan menghimbau kepada masyarakat tentang cara-cara bagaimana mencegah wabah virus corona ini.

Kalian adalah pahlawan yang peduli, yang penuh perhatian dan kasih sayang, perhatian dan cinta pada anak-anak mu. Bagaimana tidak, dibalik  adanya kejadian yang terdengar di berita-berita bahkan adanya wabah virus corona yang ada di indonesia bahkan hampir  di seluruh dunia. Engkau selalu sibuk mendo’akan kesehatan anak-anakmu, kebaikan-kebaikan anak-anakmu. Engkau menelpon anak-anakmu berkali-kali. menanyakan kondisi dan keadaan mereka. Apakah mereka sakit, sehat, baik-baik saja atau tidak baik-baik saja. Engkau dengan sejuta bahasa cinta engkau berikan nasihat untuk selalu mengingat Allah,memperbanyak dzikir dan istigfar bahkan memberikan semngat kepada ana-anakmu yang ada di perantauan. Terimah kasih untuk kalian wahai ibu dan ayah ku. Bahkan seorang kakak yang ada di perantauan bersama dengan ke dua adik-adiknya pun, selalu berharap dan berdo’a mudah-mudahan Allah selalu melindungi dan menjaga mereka. Selalu menanyakan keadaan adik-adiknya bahkan mengingatkan adik-adiknya untuk selalu lebih banyak bersyukur dan bersabar. Mengingatkan untuk berusaha  menjaga diri dengan stay at home dan menjauhi dari tempat-tempat keramaian dan lain-lainnya.

Aku bangga pada kalian…

Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bagaima tidak, kalian tidak hanya menanyakan keadaan dan kabar nya di sekolah, tapi kalian tetap berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka. Berusaha memberikan rasa tanggung jawab serta mengingatkan mereka tentang bagaimana kabarnya ananda? Bagaimana sholat wajib 5 waktunya ananda? Bagaimana sholat dhuhanya ananda? Bagaimana bacaan Al-Qur’annya ananda? Bagaimana hafalan Al-Qur’annya ananda? Bagaimana murajaah Al-Qur’annya ananda? Bagaimana belajarnya ananda? Bagaimana dan bagaimana… 

MaasyaAllah..bahkan tidak hanya pada anak-anaknya saja, tapi berusaha juga saling mengingatkan pada orang tua ananda. Tetap berprasangka baik meskipun dalam keadaan mewabahnya virus corona yang menimpa Indonesia bahkan hampir seliruh dunia. Boleh jadi dibalik kejadian virus corona ini, dapat memberikan salah satu  pelajaran bagi diri kita tentang indahnya ukhuwah (persaudaraan) antara seorang guru kepada  murid-muridnya, seorang guru kepada  kedua orang tua murid. Bahkan kita bisa  belajar bagaimana bersabar dalam menjalani dan mengerjakan  hal-hal yang baru.

Aku bangga pada kalian…

Kalian adalah pahlawan.  Yang dapat memberikan contoh dan manfaat yang baik. Tidak hanya bisa memberikan contoh dan manfaat pada diri sendiri dan keluarga tapi juga dapat memberikan contoh dan manfaat pada orang lain. Yah.., bagi kalian yang tetap stay at home.

Aku bangga pada kalian…

MaasyaaAllah…

Dimana hari ini adalah hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2020. Tidak sengaja kami membuka pesan whatshaap dari hp kemudian kami membaca pesan tersebut. Bagi kami pribadi ini adalah pesan yang sangat menyentuh bahkan ketika kami  membacanya air mata kamipun menetes. Bagaimana tidak, teringat masa-masa bahagianya diri ini  ketika Allah menolong di saat kami sendiri, bahkan keluarga dan saudara saudari kami sedang mengalami ujian, cobaan bahkan kesulitan. Tapi  justru Allah menghadirkan orang-orang di dekat kami entah kami kenal dan tidak kenal langsung menawarkan dan mau menolong kami. Meskipun tidak kami curhatkan bahkan curhatkan pada manusia Allah langsung memberikan jalan keluar dan kemudahan berupa  pertolongan kepada kami semua. Yang membuat kami pun terharu, menangis dan bersyukur pada Allah.  Yah memang perlu dan butuh kesabara, menghadirkan prasangkaan baik kita padaNya,  usaha, berdo’a dan libatkan Allah dalam setiap kondisi dan keadaan. Tidak hanya dalam keadaan merasa senangnya saja tapi selalu libatkan Allah dalam kondisi bahkan susah sekalipun.

Yah dari isi pesan itu,  kami membaca tentang seorang penjual atau pedagang yang menelpon saudaranya atau temannya. Mengadukan dan bercerita  tentang keluhannya. Yah banyak sekali keluhannya. Karna beliau hidup hanya berpenghasilan  dengan menjual saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian seiring dari hasil pembicaraan, temannya mengatakan. Saya mau pesan jualanta bapak.. (temannya ingin membeli jualan seorang bapak yang menjual tadi.)

Maasyaa Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Mendengar seorang bapak  yang ingin mau pesan jualannya, langsung bapak penjual tadi menangis dan bersyukur pada Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan kakak-kakak yang ada di group whatshapp hp sayapun, mereka bekerja sama dan mencari cara bahkan berinisiatif untuk membantu dan menolong bapak  penjual tadi.  Baik berupa bantuan material maupun non material.  Maasyaa Allah…Bahagianya perasaan ini bahkan bercampur aduk. Bagaimana tidak, hampir selama dua minggu ini kita semua diharapkan untuk tetap stay at home dikarenakan mewabahnya virus corona. Bahkan bagi penjual-penjual pun di manimalisir untuk berdagang di tempat keramaian orang bahkan tidak diberlakukan untuk beraktivitas atau berdagang apalagi berkumpul di tempat keramaian orang. Jangankan berdagang intinya berharap semoga  stay at home itu adalah salah satu cara untuk mencegah dari wabanya virus corona.

Maasyaa Allah…

Aku bangga pada kalian. Bagiku kalian tidak hanya sebagai seorang ustadzah saja di sekolah, tidak hanya menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya di rumah, bagiku kalian tidak hanya menjadi seorang istri sholehah bagi suami-suaminya. Tapi bagiku kalian adalah seorang ibu,  seorang kakak, seorang yang hebat dan kuat. Yah, Dibalik kejadian mewabahnya  virus corona ini kalian masih menunjukkan rasa kepedulianmu, menunjukkan rasa  perhatiannmu, menunjukkah rasa solidaritasmu, menunjukkan rasa kasih sayang dan cintamu kepada saudara-saudari kita yang membutuhkan pertolongan. Membutuhkan bantuan bahkan membutuhkan do’a-do’a dari kalian.  Bahkan kalian membantu saudara saudari kita baik dari  materi maupun non materi.

Aku bangga pada kalian kakak-kakak sholehah. Kalian tetap memperhatikan orang-orang disekitarmu, disampingmu bahkan di sekelilingmu. Memperhatikan dari jauh maupun dekat. Kalian selalu  mengingatkan saudara saudarimu yang jauh ataupun yang dekat, yang mempunyai masalah atau persoalannya baik yang di  curhatkan atau tidak dicurhatkan pada kalian semua, dibicarakan atau disembunyikan tentang masalah-masalahnya, kalian masih semangat menebar kebaikan, kalian masih semangat mengajak bahkan saling mengingat untuk melakukan bahkan berlomba-lomba untuk membantu dan menolong saudara saudarimu  yang membutuhkan pertolongan. Bahkan mendengar mereka bersedih, berkeluh terhadap keadaan dan kondisi merekapun kalian masih dan terus semangat dalam mengajak kebaikan.

Maka perbanyaklah rasa syukur dan sabar pada Allah subhanahu wa taala.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Maka ingatlah kepada-Ku, Akupun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah:152)

Aku bangga pada kalian kakak-kakak. kalian selalu memperhatikan terhadap urusan-urusan saudara-saudarimu. Yah meskipun,  kita berada di tempat tinggal yang berbeda-beda bahkan masing-masing masih stay at home di tengah kondisi mewabahnya virus corona.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa taala, tetap berbaik sangka padaNya. Teruslah berharap dan memohon segala kebaikan yang dicintai dan diridhoiNya. Dan semoga dari kejadian ini dapat memberikan pelajaran yang berharga pada diri-diri kita. Dan menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini dan mudah-mudahan semoga virus corona ini bisa menghilang selama-lamanya.

Semoga Allah menggantikan dengan yang jauh lebih baik, semoga kesabaran-kesabaran kalian berbuah hingga menuju jannahNya. Semoga kebaikan-kebaikan kalian semua diterima dan menjadi salah satu amalan pemberat di hadapan Allah. Dan berharap semoga virus corona bisa hilang selamanya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua, orang tua  kita semua,anak-anak kita semua, keluarga kita semua, dan seluruh saudara saudari kita semua.

Uhibbuki fillah…pada kalian semua.

Alhamdulillah… dan terimah kasih pada kalian semua.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesehatan, umur yang panjang untuk selalu taat dan untuk berbuat baik serta  beramal yang sholeh yang dicintai dan diridhoiNya. Mudah-mudahan kita semua, anak-anak kita, keluarga kita, saudara saudari kita senantiasa di lindungi dan di jaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Mudah-mudahan Allah membalas niat-niat baik kita semua  dan mudah-mudahan Allah memasukan kita semua ke dalam jannah firdausNya. Aamiin

QS. 94: 5-8 

5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

7. Maka apabila engkau  telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

oleh : Ustadzah Fathurisma, Wali Kelas 4 B2

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *