Home / Covid-19 / Sepekan Bersama Anak-anak di Rumah

Sepekan Bersama Anak-anak di Rumah

Qaddarallah dengan semua kejadian yang ada.
Anak anak tiba tiba harus belajar di rumah semua. Covid-19 menjadi sebab yang Allah tetapkan untuk menjadi sebab anan-anak semua berkumpul sepanjang hari dan berhari hari, sesuatu yang jarang terjadi. Senin dan selasa masih penyesuaian bagi mereka. Mereka masih tidak bisa menerima sepenuhnya bahwa ini bukan liburan. Bermain sepanjang hari di kebun menjadi pilihan. Toh mereka aman, tidak ada orang lain di sana dan mereka tetap bisa belajar dan menghafal di sela waktu yang ada. Rabu dan seterusnya, sudah betul-betul stay di rumah.

Waktu belajar di mulai setelah shalat subuh berjamaah. Tidak harus, yang mengantuk berat, boleh tidur sebentar, namun pada dasarnya ini adalah waktu untuk murajaah dan menambah hafalan. Saya amati, mereka lebih rileks di pagi seperti ini. Mungkin karena tidak mendengar ‘instruksi pagi’ seperti biasanya di saat mereka sekolah. Selanjutnya kita menunggu informasi dari Ustdzah, apa yang harus mereka selesaikan hari itu. Tentu saja mereka mengerjakan tugas diantara keusilan dan saling menggangu di antara mereka.

Rumah lebih ramai sekarang…
Konsentrasi mereka cuma bisa bertahan hingga dhuhur, selebihnya mereka akan lebih banyak saling usil. Mungkin karena jam belajar juga lebih awal dari biasanya.
Meski kadang terkendala dengan hp yang menjadi barang yang harus di pelototi sepanjang jam belajar, pada dasarnya ini mengingatkan saya, bahwa menjadi seorang wanita, belajar adalah kewajiban dan kebutuhan. Dalam situasi seperti ini saya bersyukur kepada Allah Subahanu Wata’ala dan berterima kasih kepada kedua orang tua (yang telah wafat), bahwa saya pernah belajar di bangku sekolah. Kalau tidak, entah bagaimana rasanya melewati hari- hari yang seperti ini.
Alhamdulillah, shalat berjamaah menjadi hal yang paling di perhatikan. Mereka menjadi senang shalat, karena shalat bersama dengan seluruh anggota keluarga.
Semoga situasi ini cepat berakhir dan anak bisa kembali belajar dengan kondisi yang lebih baik.

Ummi Khairatun Hisan 4B3

Gajah mati meninggalkan gading

Harimau mati meninggalkan belang

Wah, hewan mati meninggalkan sesuatu untuk dikenang.

Nah, lantas jika ajal telah mempersunting manusia, ingin meninggalkan apa di dunia ini?

Kami mengajak anda menjadi orang tua
untuk saling menginspirasi dari pengalaman melalui tulisan
dalam bentuk cerita atau tips yang seru, unik, lucu,
atau apa saja seputar masa libur 14 hari bersama
keluarga di rumah untuk dimuat di sdwahdah.sch.id
Tulisan dikirim ke sdwahdah@gmail.com

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.