Home / artikel / Belajar dari Padi

Belajar dari Padi

Setiap kehidupan memiliki unsur untuk meraih perkembangan dan kemajuan. Sesuai usaha dan keinginan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tujuan tersebut tidak lepas dari rumus ATHG (Ancaman,Tantangan, Hambatan,dan Gangguan) dalam menghadapi roda kehidupan.

Namun, terkadang harapan untuk mencapai keinginan tersebut, justru menempati posnya masing-masing. Terkadang berhasil, kurang berhasil, bahkan tidak berhasil. Mengapa hal tersebut terjadi ? Inilah yang dinamakan Sunnatullah.

Sunnatullah merupakan skenario Sang Khalik dalam melaksanakan ketetapan-Nya sebagai Rabb yang terlaksana di alam semesta, atau dalam bahasa akademis disebut hukum alam. Diantara sunnahtullah atau ketetapan Allah adalah terdapatnya dua kondisi yang saling berlawanan. Jika ada kebaikan, maka ada keburukan. Jika terdapat kebenaran, di sisi lain terdapat kesalahan. Dan hasil dari perbuatan tersebut, dapat menyebabkan seseorang masuk di surga atau neraka.

Bagaikan sebuah bibit padi yang ditanam pada suatu lahan yang subur. Tentu akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal ketika dikelola dan dikontrol dengan cara yang terbaik. Mulai dari pemberian pupuk, penyiraman air, dan penggunaan pestisida untuk terhindar dari serangan hama dan predator yang merusak.

Dengan doa dan ikhtiar, Insyaa Allah akan menghasilkan sebuah nilai keberhasilan dalam bercocok tanam.

Tanaman yang berkualitas ketika seseorang memandangnya akan terlihat indah dan membuat hati merasa nyaman untuk di pandang.

Ingatlah, “Sebuah keberhasilan terlahir dari proses manajemen yang baik.”

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa ta’ala

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (Ar-Ra’d: 11)

Begitu pula yang terjadi pada seorang pelajar (penuntut ilmu Syar’i), yang dalam hatinya tertanam niat yang kokoh di dalam imannya, serta memiliki kesungguhan untuk menjadi yang terbaik. Bahkan mendapatkan doa dan motivasi yang luar biasa dari kedua orang tuanya. Insyaa Allah akan tumbuh dan dewasa sebagai Agent of Change yang dapat membawa perubahan dan pengaruh pada diri sendiri dan orang lain yg berada disekitarnya, ke arah yang lebih baik.

Dari niat yang kuat dan tulus, akan menghasilkan seorang alim. Sosok apabila dipandang, akan terlihat indah karena anggunnya cahaya akhlaknya. Begitu pula tutur katanya yang indah, membuat hati terasa nyaman ketika mendengarkan nasihatnya.

Namun, jika bibit padi ditanam dengan cara keliru, akan menghasilkan sebuah padi yang tidak berkualitas dan tak layak konsumsi.

Namun, kegagalan tersebut tak mesti membuat sang petani berkecil hati.

Karean kegagalan adalah sebuah pengalaman untuk terhindar dari kelalaian.

Meskipun demikian, kodrat manusia senantiasa menginginkan kesuksesan dalam hidupnya.

Kehidupan ini akan terasa indah, ketika hasil yang diharapkan mencapai target untuk meraih suatu tujuan.

Penulis : Anhar, S.Pd.I (Kepala Perpustakaan SDIT Wahdah Islamiyah 01)

About GZ

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *