
oleh Ustad Nasaruddin
تبسُّمُكَ في وجهِ أخيكَ ، وأمرُك بالمعروفِ ونهيُك عن المنكرِ صدقةٌ . . الحديثَ.
الراوي: أبو ذر الغفاري
المحدث: الألباني
المصدر: صحيح الترغيب
الصفحة أو الرقم: 2321
خلاصة حكم المحدث: حسن
التخريج : أخرجه الترمذي (1956)
Artinya; “Senyum yang engkau tujukan kepada saudaramu, Arahan dan perintahmu akan kebaikan (makruf) serta laranganmu terhadap keburukan (kemungkaran) adalah bentuk sedekah” (H.R. Tirmidzi)
Ibrah dan pelajaran penting yang terkandung dalam hadits di atas di antaranya adalah sebagai berikut;
- Sedekah adalah di antara amalan kebajikan yang sangat dianjurkan untuk dibudayakan dalam kehidupan seorang Muslim. Bahkan pada kondisi dan keadaan tertentu sifatny akan naik ke level “harus” alias wajib.
- Sedekah merupakan amalan jawarih sebagai pancaran keimanan seorang hamba yang hakiki, hablu minallah.
Sedekah mencerminkan tindakan pembuktian akan kepedulian diri terhadap sesama, hablu minannas.
- Sedekah tidak mengkhususkan hanya pada dimensi harta. Namun pada dimensi yang lain pun sedekah bisa tertunaikan.
Senyuman tulus seorang insan yang ditujukan kepada saudaranya ikhlas karena Allah, akan berupah ganjaran pahala bak pahala sedekah.
Arahan dan perintah dalam kebaikan, berbuat yang makruf, juga akan berganjar pahala sedekah.
Larangan dan upaya agar seseorang tidak terjatuh dalam keburukan, agar tidak melakukan kemungkaran, kemaksiatan dan yang sejenisnya adalah berbuah imbalan layaknya sedekah.
- Sedekah, selain terlipat gandakan pahalanya di sisi Allah, juga dengan izin-Nya akan menjadi prisai antara diri hamba dengan api neraka. Dan masih banyak lagi keutamaannya.
- Mari kita senantiasa bersedekah walau hanya dengan senyuman. Hiasilah harimu dengan sedekah.
Semoga bermanfaat.
