Home / karya murid / Pengalaman Berhargaku Menghadapi Virus Covid-19

Pengalaman Berhargaku Menghadapi Virus Covid-19

 Hari ini, hari Jum’at sudah hampir 14 hari sekolah meliburkan aktifitas belajar mengajar akibat pandemic atau wabah covid-19 atau biasa disebut dengan corona. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini yang telah mewabah. Dengan begitu, banyaknya korban yang telah terinfeksi di segala penjuru negara, khususnya Indonesia yang saat ini sudah memasuki zona merah [darurat].

Selama liburan ini, saya di rumah saja bersama mamaku. Di rumah kami saling mengingatkan betapa pentingnya harus menjaga kesehatan, kebersihan untuk mencegah penularan. Mamaku sering mengingatkan untuk selalu cuci tangan setelah menyentuh barang. Dan harus menjaga kesehatan tubuh dengan mengkomsumsi vitamin.

Setiap pagi, mamaku menyuruhku berjemur di bawah sinar matahari selama 20 menit. Kata mamaku gunanya untuk menghangatkan tubuh dan membunuh virus dan bakteri. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selama aku di rumah, banyak pengalaman yang sangat berharga yang diajarkan oleh mamaku. Seperti rajin mencuci tangan, tidur tepat waktu, dan sholat tepat waktu. Dan yang paling aku sukai yaitu bisa selalu dekat mama, dan membantu mama dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti, membersihkan tempat tidurku, menjemur baju dan membantu mama memasak dan menyapu rumah.

Dengan adanya virus ini saya jadi tau apa arti kesehatan, dan arti menjaga kebersihan diri. Menjadi tau cara mencuci tangan yang benar dan menjadi lebih dekat dengan keluargaku. Menjadi lebih peduli dengan kebersihan lebih sering cuci tangan dengan sabun dan yang lebih istimewa lagi bisa beribadah bersama di rumah. Membaca Al –Qur’an bersama keluarga tercinta ataupun bernyayi bersama mengisi waktu, yang sebelumnya mungkin jarang ataupun tidak pernah.

Makhluk Allah yang berukuran nano meter telah memberikan kita semua kesadaran bahwa betapa kecilnya dan tak berartinya kita di hadapan Allah. Menyadarkan kita akan adanya Sang Maha Kuasa  meskipun tidak bisa kemana–mana ataupun sosial distance diterapkan. Namun lewat hp kita bisa saling bersiratuhrahmi, memberikan semangat, dan saling peduli terhadap sesama.

Dalam 14 hari selama aku di rumah aku menjadi tau apa arti kebersamaan dengan keluarga kecilku. Mungkin Allah menurunkan wabah ini agar kita mengambil hikmah dari semua ini untuk dekat lagi dengan Allah.

Saat ini hatiku rindu sekali ke sekolah untuk bertemu teman-temanku dan sahabatku untuk belajar bersama, ceria bersama dan bermain bersama di taman sekolah. Namun karena penyebaran virus akhirnya presiden menyuruh kita untuk jaga jarak.

Maka dalam pengalamanku ini kutulis semua rasa rinduku dengan teman- temanku di sekolah  ada kalanya kita  akan bertemu lagi  jika wabahnya sudah tidak ada lagi. Untuk semua temanku, sahabatku, ustadz dan ustadzahku yang tak bisa kusebutkan lagi satu persatu. Ratu rindu, ratu sayang kalian semua, dan untuk Ustadzah Nur Jannah sebagai orang tuaku di sekolah terima kasih atas semua ilmunya yang selama ini. Yang sudah mengajarkan kami semua menjadi anak yang soleh dan sholehah, yang penuh dengan kesabaran dan kemuliaan hatinya mengajari kami semua setiap harinya agar kami menjadi anak yang pintar,soleh, dan sholehah.

Meskipun dalam waktu dekat ini kita tidak bertatap muka, tapi yakinlah kami selalu mengingat ustadzah yang selalu ada di hati kami.

Buat teman-temanku semua jagalah kesehatan. Jangan lupa selalu cuci tangan, ada hikmah dibalik cobaan ini. Salah satunya  kebersamaan dengan keluarga seperti yang Aku rasakan saat ini.

Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT. mengangkat segera wabah ini dan kita bisa bersiratuhrahmi lagi sepertia sedia kala. Berhentilah saling menyalahkan apalagi bulan suci ramadhan sebentar lagi. Saya dan keluarga kecilku meminta maaf kepada semuanya sebelum memasuki bulan suci ramdahan. Sebuah kata untuk kawan-kawanku, Aku sangat merindukan tawa, canda kita saat di sekolah. Peluk ciumku untuk semua kawan-kawanku.

Karya:

Nama: SHAILA GHASIYAH RATU FAHRACT

Kelas: 6B3

About admin

Check Also

Karantina di Rumah

Pada saat pagi hari di mana aku tidak lagi merasakan suasana sekolah lagi karena adanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *