Home / Covid-19 / Ini Buah Apa Namanya?

Ini Buah Apa Namanya?

Maasyaa Allah
Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala

Mengingat masa-masa dulu, dari pulang kampung. Pas datang ke kota Makassar, membawa salah satu oleh-oleh pertama tentang buah ini.

Pertama memperlihatkan kepada teman-teman. Mereka yang baru melihat. Bertanya-tanya. Saudari? Ini buah apa namanya?

Aku menjawab, “Ini buah kinca, kalau bahasa Bima. Dan kalau bahasa Indonesia biasanya orang bilang buah kawista.”

Akupun bertanya, “Apakah kalian pernah melihat buah ini??”
Mereka yang belum pernah lihat apalagi makan, akan mengatakan tidak pernah. Apatah lagi memakannya.

Akupun memperkenalkan dan kami pun makan bersama-sama.

Alhamdulillah…

Beberapa saat kemudian mereka mengatakan kepadaku, “Buah ini seperti buah batu.. Hehe.”

Akupun berhenti sejenak. “Apa jadinya ya kalau makan buah batu?”, pikir aku dalam hati.

Hmmm….

Alhamdulillah akhirnya sama-sama merasakan makan buah. Buah yang kadang terasa kecut dan manis. Kalau masak dan ditambah gula di aduk-aduk di dalam sebuah piring atau gelas

Yah…itulah seperti kehidupan. Kehidupan di dunia.
Ada masanya bahagia, senang dan masa ketika sedang bersedih.

Ada rasanya manis ada juga pahit, lika liku kehidupan. Intinya butuh proses.

Butuh perjuangan
Butuh kesabaran
Butuh keikhlasan
Butuh belajar dan belajar…

Yah itulah kehidupan
Yang merupakan permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, alat bermegah-megahan, dan kesenangan yang menipu.

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, dan Senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kejayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (Al-Qur’an surah Al-Hadid:20)

Yah… itulah kehidupan karena hakikatnya adalah ujian.

Dan seharusnya kita berusaha untuk mempersiapkan bekal dan amalan Sholeh yang Allah subhanahu wa ta’ala cintai dan di ridhoiNya.

Maasyaa Allah
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(Al-Qur’an surah Ar-Rahmaan:21)

Syukur dan sabar itu adalah kuncinya.
Semakin banyak sabar dan syukur nya.
Insyaa Allah semakin banyak nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada kita semua.

Aamiin

Utadzah Fathurrisma, Wali Kelas 4B2

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

One comment

  1. Barakalllahufikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *