Home / artikel / NAK, WAKTU KITA TELAH USAI

NAK, WAKTU KITA TELAH USAI

Jam menunjukkan pukul 21.00, tanda quiz bersama siswa 6A1 telah berakhir. Kalimat penutup telah kusampaikan sebagai tanda mengakhiri PBM daring yang setiap hari kami lakukan bersama mereka. Tiba-tiba, ada kalimat yang mengiringi penutup kami, ‘ustadzah bisakah kami bertemu sekali lagi bersama?’ Kujawab, oh iye , nak insyaallah kita agendakan meeting online.

Pukul 06.00 pagi, mereka sudah stand by di depan gadget, entah kenapa pagi itu koneksi internet saya agak lambat dari biasanya. Beberapa kali mengulangi tapi sering gagal. Waktu sudah lewat tiga menit dari kesepakatan.

Hingga, ketika saya berhasil, masyaalah mereka telah rela menahan kantuk duduk di depan handphone. Wajah-wajah yang selama ini menjadi warna dari aktifitas harian saat masa peliburan dampak wabah covid-19 belum dimulai.

Cerita kemudian mengalir, seperti kebiasaan mereka sangat menyukai kalau saya mulai bercerita dan menyelipkan siroh nabawi atau pesan-pesan dari para ulama. yang dahulunya, kusering berkata, ‘yah..jangan-jangan ustadzah ceramah ini kalian diam karena seperti pengantar tidur’. Ada yang nyelutuk, ‘tidak ji ustadzh lanjut maki, enak didengar kayak banyak pengalaman’. Besok, begitumo lagi, cerita maki apa saja’.

Maka, pertemuan pagi itu berakhir dengan tak ada yang mau mengakhiri. Padahal kebiasaan tidur pagi mereka lakukan selama libur. Meski ada yang menguap karena menahan kantuk, tetapi tidak juga ingin meninggalkan layar.

Nak,
Bertemu dengan kalian meski hanya melalui layar adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku. Mengetahui bahwa kalian baik-baik saja adalah sebuah kelegaan. Melihat semangat yang tetap sama seperti saat di kelas dulu adalah sebuah kesyukuran.

Teringat kebiasaan yang kalian lakukan di sekolah, dengan wajah cerah, ransel di pundak, bekal dari rumah di tangan menyusuri anak tangga lantai tiga menuju kelas. Kelas kita yang dapat jatah istimewa sinar matahari pagi masuk hingga ke kelas.

Kebiasaan main ‘lojo-lojo’ di jam istirahat, menunggui pergantian guru di koridor, menatap lapangan futsal dari ketinggian lantai tiga dengan view taman dan kolam ikan.

Kebiasaan, jajan di kantin dengan segudang pesanan yang dititipkan kepada teman yang berbaik hati menjadi kurir hari itu. Makan bekal sambil bercerita dan berbagi lauk katering supaya tidak mubazir. Melahap habis semua buku bacaan di perpustakaan kelas, berbagi minyak rambu dan sisir yang kalian sebut obat ganteng, insiatif membersihkan kelas setelah makan, dan banyak lagi.

Dan, ada AFZAL yang selalu datang lebih cepat dari semua siswa di sekolah tapi tidak kunjung mau pulang kecuali langit sudah nampak kemerahan. ada ADIL dengan membawa sarapan paginya ke sekolah dan lantunan murottal atau nasyid pengiring saat suasana kelas hening mengerjakan tugas guru, ada NAUFAL dengan wibawa ketenangannya, rajin kerja tugas dan menghabiskan waktu di perpus kelas, ada FAKHIR yang suka melontarkan candaan yang garing.

Ada FAQIH yang selalu menjaga kerapiannya, ada ADLY yang si anak hebat yang suka menolong, ada AAN yang rambutnya licin karena kebanyakan pomade dan tulisan yang rapih, ada ABIGAIL yang katanya tidak punya cita-cita karena ingin melanjutkan usaha bapak, ada ADNAN calon professor dengan keseriusan dan imajinasinya, ada DAFFA yang pemalu tapi eksis di kalangan teman2, ada FADLI yang cerdas dan berjiwa pemimpin.

Ada FAHRI yang suka membaca buku-buka sains, ada FAIZ yang suka menasehati sehingga dijuluki menteri agama, ada FATHAN yang serius tapi santai dan tidak pernah lupa membawa bekal, ada FATHUL dengan kemampuan menganalisa pelajaran di atas rata-rata dan selalu ingin mencapai target, ada FUDHAIL dengan pengetahuannya yg luas, ada LOUIS yang sabar, pengertian, dan sopan.

Ada MIQDAD yang suka curhat dan memiliki banyak keinginan, ada RAFI yang kalem dan baik hati, ada MUNDZIR yang care dan pengertian, ada PANDU yang tidak putus asa menyelesaikan target wafa meski pernah ia kecewa hingga mata berkaca-kaca, ada RIVAT yang selalu berkompetisi.

Ada SAID yang teguh dengan prinsipnya, ada UKASYAH dengan hafalan alqurannya yang melejit, ada YAKUB dengan ketawadhuannya, ada YAZDAN dengan humorisnya suka membuat guru tertawa selalu ada cerita yang dibawa setiap hari.

Episode itu telah kalian tambahkan dalam lembaran kisah siswa SDIT Wahdah Islamiyah 01. Kisah yang akan menjadi bagian dari para alumni yang telah berlalu. Ruang kelas, bangku, dan koridor akan menjadi saksi bahwa kalian pernah ada di sana. Berhalaqah dalam majelis BTHQ, melafalkan ayat-ayat Allah, berusaha menancapkan alquran ke dalam hati, berjalan menemui guru dengan membawa alquran. Menikmati waktu sholat dhuhur dan ashar, beriringan menuju ke tempat wudhu dan mengambil shof terdepan.

Meski dengan aneka jejak yang tersisa di benak para guru tentang kalian, dengan harapan-harapan yang baik untuk kalian, dan doa-doa yang tulus dari lisan para guru untuk kalian. Kalian adalah angkatan 2020….

April 18
HH

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *