Home / artikel / Fikih Kaffarah, Qadha dan Rukhsah

Fikih Kaffarah, Qadha dan Rukhsah

oleh : Ustadz Dr. Ahmad Hanafi Lc., M.A.

Ringkasan Materi
Oleh Abu Abdillah Jayadi Hasan, Sabtu 25 Sya’ban 1441 H/18 April 2020


  1. Puasa Ramadhan adalah ibadah yang kondisional.
  2. Udzur-udzur yang dibenarkan syariat untuk meninggalkan puasa :
    a. Sakit,dengan ketentuan :
    i. Sakit yang mengakibatkan ia tidak mampu berpuasa
    ii. Atau dapat memperlambat kesembuhan jika ia berpuasa
    Sakit terbagi dua : sakit yang masih ada harapan sembuh ini berlaku qodho’,dan sakit yang sudah tidak adalagi harapan sembuh darinya maka ini berlaku fidyah.
    Ibnu Qudamah rahimahullah menukilkan :
    أجمع العلماء على إباحة الفطر على المريض

b. Perjalanan dengan kriteria :
i. Memenuhi syarat jarak minimal safar (pendapat jumhur minimal 80 KM).
ii. Tidak dengan niatan bermukim di suatu tempat.
iii. Perjalanan yang mubah
Hukum safar seseorang sudah terhenti ketika ia sudah kembali ke rumahnya atau ke tempat yang ia telah berniat mukim ditempat itu.

c. Hamil dan menyusui
Sabda Nabi :
(إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحامل أو الموضع الصوم)
رواه الخمسة

d. Usia Lanjut kecuali yang pikun,jika sudah pikun maka tidak adalagi kewajiban atasnya.

e. Kondisi seseorang yang sangat kelaparan
Masuk dalam kategori ini : seseorang yang sedang dalam peperangan atau dalam kondisi menyelematkan seseorang

  1. Qodho’ bersifat fleksibel dalam rentang waktu sebelum masuknya ramadhan berikutnya.
  2. Sunnah hukumnya menyegerakan qadho’ saat ia mampu menggantinya.
  3. Barangsiapa yang dengan sengaja menunda qadho’ tanpa udzur sampai masuknya ramadhan berikutnya maka orang tersebut disamping wajib qadho’ ia juga diwajibkan fidyah.
  4. Barangsiapa yang meninggal dan punya hutang puasa dan disaat ia hidup sengaja menunda-nunda qadha’ sampai ia meninggal dunia maka walinya wajib menggantikan qadho’ puasanya.
  5. Bagi wanita hamil dan menyusui yang rajih adalah mengqadha’ saja diqiyaskan kepada orang yang sakit yang mana sakitnya masih ada harapkan kesembuhannya.
  6. Fidyah adalah dalam bentuk makanan dan tidak dibenarkan dalam bentuk uang.
  7. Ukurannya tergantung kondisi dan kebiasaan disuatu tempat,di Indonesia satu piring nasi lengkap dengan lauk dan pauknya dan ada air minumnya maka sudah cukup untuk mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan.
  8. cara membayar fidyahnya
  9. Barangsiapa yang meninggalkan puasa dengan sengaja maka ia telah keluar dari islam/kafir.
  10. Apabila ia meninggalkan puasa karena malas maka yang rajih dalam hal ini tidak perlu mengqadho’ tapi ia harus bertaubat dan memperbanyak amal sholih.
  11. Kaffarat bagi seseorang yang melakukan hubungan suami istri di siang hari bulan ramadhan adalah maka kaffarahnya sebagai berikut secara berurutan :
    a. Memerdekakan budak
    b. Berpuasa dua bulan berturut-turut.
    c. Memberi maka 60 orang miskin.

PSR & Tabligh Akbar 1441 H Wahdah Islamiyah materi ke 6

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *