
Ketika berbicara tentang doa, banyak dari kita mungkin merasa itu hanya rutinitas harian yang kadang-kadang dilakukan setengah hati. Namun, tahukah Anda bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari? Dr. Aisyah Dahlan, seorang ahli yang sering berbagi tentang pentingnya doa, memberikan pandangan yang menarik tentang bagaimana doa bisa menjadi senjata ampuh untuk mengatasi berbagai situasi.
Dr. Aisyah menjelaskan bahwa doa bukan hanya sekadar permohonan, tapi juga pancaran energi yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar kita. Saat kita berdoa untuk anak-anak, misalnya, doa tersebut tidak hanya memberikan ketenangan bagi kita sebagai orang tua, tetapi juga memberikan energi positif yang bisa dirasakan oleh anak-anak kita. “Minta izin itu harus sampai dipeluk plus diomongin, Ya Allah Masya Allah saya mohon Ya Allah anakku, ya Allah… tinggikan kecerdasannya,” kata Dr. Aisyah, menjelaskan bagaimana doa bisa menjadi penguat dalam mengarahkan kehidupan anak-anak kita.
Tidak hanya untuk anak, doa juga penting untuk suami atau pasangan. Dr. Aisyah menyarankan agar doa ini diucapkan dengan penuh keyakinan, baik secara lisan maupun dalam hati. Bahkan dalam situasi yang terlihat sederhana seperti memulai hari sebelum bekerja, doa bisa menjadi pembuka jalan agar segala urusan lancar. “Sebelum berangkat kerja, doakan anak-anak dan suami kita. Misalnya, ‘Ya Allah, lindungi suamiku dalam pekerjaannya hari ini,'” ujarnya.
Kekuatan doa juga dibahas dalam konteks mengatasi kesulitan sehari-hari. Dr. Aisyah menekankan pentingnya berdoa sebelum memulai aktivitas, terutama jika kita merasa tertekan atau stres. Dengan berdoa, kita tidak hanya meminta bantuan dari Sang Pencipta, tetapi juga mereset pikiran kita untuk lebih fokus dan tenang dalam menghadapi tantangan. “Kalau kita berdoa itu, tubuh kita mengeluarkan pancaran gelombang elektromagnetik, terutama dari jantung,” jelas Dr. Aisyah, menunjukkan bahwa doa juga memiliki aspek ilmiah yang bisa dijelaskan.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya tidak memperkenalkan gadget kepada anak di bawah usia dua tahun. Hal ini karena otak anak pada usia tersebut harus belajar mengenali benda-benda fisik yang nyata. “Sebelum 2 tahun, jangan dekatkan anak dengan gadget karena otaknya harus belajar dari benda-benda asli,” tegasnya.
Pada akhirnya, doa adalah bagian dari ikhtiar kita sebagai manusia. Ia bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk komunikasi yang sangat personal dengan Tuhan, yang bisa memberikan kita kekuatan dan ketenangan batin dalam menjalani hidup. Dr. Aisyah mengingatkan bahwa doa memiliki kekuatan yang bisa membawa perubahan nyata dalam hidup kita, jika dilakukan dengan penuh keyakinan dan ketulusan.
Sumber: Dr. Aisyah Dahlan, CHt
