Happy Muslimah Camp : Belajar Mandiri, Menguatkan Ukhuwah, Menumbuhkan Karakter Islami

“Setiap pengalaman menyimpan pelajaran berharga”. Dalam rangka membentuk generasi muslimah yang mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, SDIT Wahdah Islamiyah 01 kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Happy Muslimah Camp Batch 4 pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026. Mengusung tema “Bersama Belajar, Bermain, dan Bertumbuh Menjadi Muslimah yang Hebat”, kegiatan ini diikuti oleh 132 murid putri kelas V dan VI, didampingi oleh 12 mentor serta 14 panitia pendamping. Secara keseluruhan, sebanyak 158 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung di Permandian Je’ne Tallasa, Sileo, Kabupaten Gowa.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Murabbiyah Putri SDIT Wahdah Islamiyah 01 bersama panitia ini merupakan salah satu bentuk pembinaan karakter Islami di luar lingkungan kelas. Tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, Happy Muslimah Camp dirancang sebagai sarana pembelajaran yang memadukan aktivitas ibadah, permainan edukatif, penguatan ukhuwah, pelatihan kemandirian, serta tadabbur alam.

Mengawali Perjalanan dengan Nasihat dan Pengarahan

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, serta pengarahan oleh Wakil Kepala Sekolah II, Ustaz Nasaruddin, M.Pd. Dalam arahannya, beliau berpesan, “Jangan hanya pulang membawa kenangan, tetapi pulanglah dengan membawa persaudaraan yang semakin kuat dan hati yang semakin dekat karena Allah.”

Beliau juga menegaskan bahwa Tarbiyah Camp merupakan sarana tadabbur alam untuk semakin mengenal kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meningkatkan ketaatan kepada-Nya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas dalam kegiatan ini hendaknya bermuara pada pembentukan pribadi anak salehah yang tidak hanya ceria dan aktif, tetapi juga semakin baik dalam ibadah, akhlak, dan hubungan dengan sesama.

Belajar, Bermain, dan Menguatkan Ukhuwah

Setibanya di lokasi, peserta mulai menempati tenda, merapikan barang, makan siang, sholat berjamaah lalu beristirahat sejenak. Selang beberapa waktu, seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti permainan berjalan di atas tali. Sebuah permainan yang disiapkan untuk melatih keberanian, kekompakan, dan kerja sama antarkelompok.

Usai salat ashar dilaksanakan secara berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir petang Bersama. Selanjutnya para peserta diarahkan untuk mengikuti sesi renang, ini merupakan agenda yang paling digemari. Di malam hari, dengan penuh semangat dan kreativitas, setiap kelompok menampilkan yel-yel terbaiknya sebagai bentuk kekompakan dan identitas kelompok. Kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam. Momen ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan, mengajak peserta untuk merefleksikan diri, mempererat persaudaraan, serta menyadari pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama muslimah.

Selain itu, diselenggarakan pula lomba kebersihan tenda untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal bersama.

Membiasakan Ibadah dan Menumbuhkan Kemandirian

Tidak hanya berisi kegiatan permainan, Happy Muslimah Camp Batch 4 juga memberikan perhatian khusus pada pembiasaan ibadah. Para peserta diajak untuk melaksanakan salat berjamaah, dzikir petang dan pagi, hingga salat tahajud pada dini hari.

Suasana pagi di alam terbuka menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Setelah melaksanakan salat Subuh dan dzikir pagi, kegiatan dilanjutkan dengan bincang Subuh sebagai ruang penguatan nilai-nilai keislaman dan refleksi bersama.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga belajar mengelola kebutuhan pribadi, menjaga barang bawaan, merapikan perlengkapan, menjaga kebersihan tenda, serta mengikuti jadwal kegiatan dengan disiplin. Hal-hal sederhana tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab yang diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tadabbur Alam: Belajar Mensyukuri Nikmat Allah dan Menjaga Bumi

Salah satu pelajaran berharga dari kegiatan ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan alam. Hamparan sawah yang hijau, udara yang segar, lingkungan yang asri, serta ketersediaan air bersih menjadi pemandangan sekaligus pengalaman yang menghadirkan ruang untuk merenungi luasnya nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Di tengah kondisi sebagian wilayah yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat kekeringan, ketersediaan air yang melimpah di lokasi kegiatan menjadi pengingat bahwa air merupakan nikmat yang sangat berharga bagi kehidupan. Sesuatu yang terkadang dianggap biasa dalam keseharian ternyata merupakan karunia besar yang patut disyukuri.

Lebih dari itu, kehidupan di alam terbuka mengajarkan peserta untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran sederhana seperti melihat sampah lalu mengambilnya, atau menemukan sesuatu yang tidak rapi kemudian merapikannya merupakan kebiasaan baik yang terus ditumbuhkan. Bukan semata-mata karena perintah atau pengawasan guru dan orangtua, melainkan karena bentuk kesadaran dan tanggungjawab sehingga menghadirkan inisiatif dari dalam diri.

Pulang Membawa Kenangan, Persaudaraan, dan Pelajaran Kehidupan

Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap rangkaian acara. Sesi berenang dan lomba yel-yel menjadi beberapa aktivitas yang paling dinantikan. Keceriaan, tawa, dan kebersamaan mewarnai setiap pengalaman berkesan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat pembelajaran.

Setelah melalui seluruh rangkaian kegiatan, acara ditutup dengan sesi awarding sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok yang berhasil meraih prestasi dalam perlombaan. Dilanjutkan dengan foto bersama dan persiapan kepulangan.

Melalui Happy Muslimah Camp Batch 4, SDIT Wahdah Islamiyah 01 berharap nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, kemandirian, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab,

adab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan kepada Allah dapat semakin tertanam dalam diri setiap peserta.

Pada akhirnya, menjadi anak salehah yang hebat bukan hanya tentang keberanian mencoba hal baru atau kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Lebih dari itu, muslimah hebat adalah mereka yang senantiasa menjaga iman, memperindah akhlak, bertanggung jawab, serta mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Semoga pengalaman dua hari ini menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk terus bertumbuh menjadi generasi muslimah yang cerdas, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an. Sebab, sejatinya, mereka tidak hanya belajar untuk menjadi hebat hari ini, tetapi sedang dipersiapkan untuk menjadi muslimah tangguh yang membawa kebaikan di masa depan.

[NAH]