
Mendidik anak bukanlah tugas yang mudah, terutama di era modern ini di mana tantangan dan godaan begitu banyak. Namun, dengan pendekatan yang tepat, terutama yang berlandaskan ajaran Islam, orang tua dapat membentuk karakter anak yang baik dan penurut. Salah satu pendekatan yang efektif adalah dengan bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang, seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
Dalam surah Ali Imran ayat 159, Allah mengingatkan kita untuk bersikap lembut kepada anak-anak. “Bismillahirrahmanirrahim fabima rahmatin minallahi Linta lahum… Sekiranya engkau berlaku keras berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” Ayat ini mengajarkan bahwa kelembutan dalam mendidik anak akan membuat mereka lebih dekat dan patuh kepada kita. Jika kita bersikap kasar, anak-anak cenderung akan menjauh dan memberontak.
Sikap lembut ini penting untuk diterapkan dalam setiap aspek pengasuhan, termasuk saat kita memberikan nasihat atau teguran. Misalnya, saat anak melakukan kesalahan, alih-alih marah dan memarahi mereka, kita dianjurkan untuk memaafkan dan mendoakan mereka. “Maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun bagi mereka,” begitu Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, kita mengajarkan anak untuk memahami bahwa setiap kesalahan dapat diperbaiki dengan tobat dan perbaikan diri, bukan dengan hukuman yang keras.
Dr. Aisyah Dahlan dalam salah satu ceramahnya menekankan pentingnya berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang sesuai dengan usia dan kepribadian mereka. Misalnya, untuk anak-anak yang masih kecil atau yang memiliki sifat introvert, orang tua harus lebih sabar dan bersedia mendengarkan mereka dengan penuh perhatian. “Lihat wajah mereka saat mereka berbicara, dan berikan waktu yang cukup agar mereka merasa dihargai,” ungkap Dr. Aisyah. Dengan cara ini, anak akan merasa lebih dekat dan nyaman untuk berbagi perasaan mereka.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk selalu berdoa agar diberikan kelembutan hati dalam mendidik anak. Doa yang dipanjatkan dengan ikhlas akan membantu kita dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan. Ketika orang tua merasa kesulitan dalam mendidik anak, terutama anak-anak yang lebih sulit diatur, Dr. Aisyah menyarankan untuk memperbanyak tawakal kepada Allah. “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal,” tambahnya.
Mengasuh anak, terutama anak laki-laki yang cenderung lebih aktif dan keras, membutuhkan pendekatan yang berbeda. Dr. Aisyah menekankan pentingnya memahami bahwa setiap anak unik dan membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kepribadian mereka. Misalnya, anak laki-laki yang dominan otak kanan lebih suka bermain, sehingga orang tua harus lebih fleksibel dalam berkomunikasi dan mengatur kegiatan mereka.
Dalam kesimpulannya, Dr. Aisyah mengajak para orang tua untuk selalu mengingat pentingnya kelembutan dan kesabaran dalam mendidik anak. Dengan pendekatan Islami yang penuh kasih sayang dan doa yang tulus, insya Allah, anak-anak kita akan tumbuh menjadi individu yang penurut dan berakhlak mulia.
Sumber: dr Aisah Dahlan CHt – Cara mendidik anak secara islami
