Home / artikel / Mengenang Peristiwa Heroik 22 Oktober 1945
basketball court
Photo by alfauzikri on Pexels.com

Mengenang Peristiwa Heroik 22 Oktober 1945

Hari ini mengingatkan kita pada peritiwa heroik 75 tahun silang. Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan para penjajah. Dua bulan pasca pembacaan Proklamasi oleh bapak Soekarno-Hatta, KH. Hasyim As’ary -rahimahullah- kemudian mengumumkan hasil musyawarah besar para kiyai se-Pulau Jawa dan Madura yang dikenal dengan nama “Resolusi Jihad”, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1945. Amanat berupa pokok-pokok tentang kewajiban umat Islam dalam berjihad mempertahankan bangsa dan negara disambut riang penuh semangat oleh kaum santri. Alhasil, terjadi perang rakyat selama 4 kali di Surabaya yang pada akhirnya pecah pertempuran paling mengerikan pada 10 November 1945.


Pelajaran penting dan luar biasa yang bisa kita petik dari peristiwa heroik 22 Oktober 1945 adalah di antaranya sebagai berikut;

  1. Pentingnya pemerintah (umara’) dekat dengan ulama. Pemerintah mendudukkan para ulama sebagai penasehat, tempat konsultasi dalam setiap pengambilan kebijakan untuk kepentingan rakyat dan bangsa.
  2. Urgensi ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merekalah yang menjadi panutan dan tuntunan bagi masyarakat luas dalam menjalankan syari’at dan hukum Allah. Keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat adalah solusi kebangkitan ummat.
  3. Pentingnya rapat/musyawarah dalam menentukan sikap atau menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ada. Hasil keputusan musyawarah adalah yang terbaik untuk dijalankan bersama walaupun terkadang pendapat pribadi kita masih lebih unggul.
  4. Komunikasi yang baik dalam bersosialisasi adalah kunci kesuksesan untuk merealisasikan setiap keputusan ataupun kebijakan yang pro rakyat, bangsa dan negara.
  5. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memikirkan dan mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya. Bukan yang hanya memikirkan dirinya, keluarga dan golongannya.
  6. Pentingnya mengikuti fatwa para ulama. Mereka adalah kumpulan manusia-manusia pilihan yang Allah karuniakan kepadanya ilmu dan bashirah. Mengikuti fatwa mereka adalah keselamatan dunia akhirat insya Allah. Hidupkan budaya “sami’na wa atha’na” terhadap kebaikan dalam berbangsa dan bernegara.
  7. Mencetak generasi Qur’ani adalah prioritas dalam mengisi hadiah dan anugerah kemerdekaan. Generasi gemilang inilah yang akan mampu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka akan rela mengorbankan harta, jiwa dan raga dalam memperjuangkan kedaulatan negeri ini.
  8. Bersihkan negeri ini dari generasi-generasi anjing yang menjilat kepada penjajah. Mengorbankan rakyat, bangsa dan negara demi memuaskan rasa tamak dalam dirinya. Penjajah kokoh di sebuah negeri karena mereka masih memelihara anjing-anjing pribumi.
  9. Keberadaan ormas-ormas Islam dan Lembaga Pendidikan Islam di tengah-tengah masyarakat adalah di antara amunisi penting dalam melakukan perubahan menuju kejayaan Islam dan kaum muslimin.
  10. Dakwah dan tarbiyah harus tetap digerakkan. Jangan pernah berhenti. Melangkahlah terus hingga Allah menetapkan batas perjuanganmu wahai para Guru, Pendidik, Da’i dan Murabbi.

Ustad Nasaruddin | Jeneponto City, 22 Oktober 2020 M

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *