Home / artikel / Menaati Rambu-Rambu Ramadhan

Menaati Rambu-Rambu Ramadhan

Oleh : Ustadz Fadlan Akbar, Lc. M. H. I Hafiidzahullah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, adalah Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam dahulu senantiasa memberikan kabar gembira kepada para shahabat tentang kedatangan bulan suci Ramadhan.

Beliau mengatakan: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Allah telah mewajibkan kalian untuk berpuasa”

Ibnu Rajab, tentang hadits ini beliau mengatakan : “Hadits tersebut merupakan dalil asal atau dalil utama dalam syariat untuk memberikan ucapan sleamat satu sama lain terkait kedatangan bulan Ramadhan“.

Maka, agar bulan ini tidak berlalu begitu saja penting bagi kita mengetahui rambu-rambunya.

Ada 3 hal yang berkaitan dengan ilmu,

  1. Memastikan keselamatan amalan seseorang, yakni yang ketika menjalankan Ramadhannya karena iman dan ilmu, mereka akan selammat dari perbuatan yang menyesatkan dirinya. Karena ilmu mereka ttg Ramadhan, menjadikan mereka faham tentang hal-h yg berkaitan dgn Ramadhan. Dan ia tidak terjatuh dalam perbuatan yang tidak pernah dilakukan Rasulullah.
  2. Ilmu dapat meningkatkan derajat seseorang, bahwa mereka yang beribadah di bulan Ramadhan karena ilmu, akan berbeda kedudukannya di mata Allah dengan mereka yang melalui bulan Ramadhannya tanpa ilmu. Beda kualitas ibadah Ramadhan antara seorang yg berilmu sebelum masuk Ramadhan dengan mereka yang tidak.
  3. Ilmu dapat melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang dilakukan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Barangsiapa yg menuntut ilmu sehingga ia mendapatkan ilmu dan memahaminya, maka Allah mencatat dua pahala kebaikan baginya. Dan brgsiapa yang menuntut ilmu tetapi belum mengetahui/menghafalnya, maka Allah mencatat baginya satu bagian baginya.”

Lalu, apa saja rambu-rambu di bulan Ramadhan?

  1. Mengagungkan, Memuliakan dan Mensucikan bulan Ramadhan

Begitu banyak hal yang Allah lebihkan hal itu atas hal lain. Sebut saja di antara nabi dan rasul Allah memuliakan “ULUL AZMI”, lalu di antara begitu banyaknya masjid, Allah memuliakan 3 masjid (Al Aqsa, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram). Demikian pula di antara bulan-bulan yg diciptakan Allah, Allah memuliakan bulan suci Ramadhan. Maka andai orang-orang beriman berbahagia tiap kali datang berganti setiap bulan, maka sudah seharusnya mereka jauh lebih berbahagia ketika alan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Kebahagiaannya berlipatganda.

2. Berdoa kepada Allah Ketika Hilal Nampak

Para ulama mengatakan, tidak ada satu pun riwayat berkaitan dengan doa tertentu ketika telah nampak hilal di bulan suci Ramadhan. Namun, ada riwayat imam Ahmad dan Baihaqi yang menjelaskan ketika nampak hilal di setiap bulan, maka Rasulullah berdoa :

اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ
وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ
وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّه

Artinya:
“Allahu Akbar. Ya Allah, jadikanlah hilal itu bagi kami, dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang
Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan), adalah Allah.”
(HR. Ahmad 888)

3. Berniat di Malam Hari (Membermalamkan Niat)
Berniat di malam bulan Ramadhan untuk berpuasa adalah wajib.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidak berniat di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak dianggap puasanya”.

Niat tidak memiliki lafazh tertentu. Ia adalah keinginan yang kuat di dalam hati seorang hamba, maka jika di dalam hatinya telah ada keinginan untuk berpuasa esok hari, maka ia telah berniat.

4. Sahur
Sahur termasuk sunnah. Di dalamnya terdapat berkah sebagaimana hadits. Seutamanya sahur adalah mengakhirkannya, yakni mendekati shalat shubuh. Kira-kira jarak sahur dan shalat shubuh adalah seperti membaca sebanyak 50 ayat al Quran, demikian dalam hadits.

Ketika bersantap sahur, pastikan kita menyantapnya sesuai sunnah. Membaca bismillah sebelum makan, makan dengan tangan kanan, dan makan dengan apa yg ada di sekitarmu saja.

5. Jangan tidur setelah sahur, apalagi sampai terlewat shalat shubuh berjama’ah.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang shalat shubuh secara berjama’ah, maka ia berada dalam jaminan Allah”

Mereka dijamin oleh Allah. Resekinya, keamanannya, kesehatannya, keselamatannya, dan seluruhnya dalam kehidupannya.

6. Tidak tidur setelah shalat shubuh

Ini termasuk amalan para salaf ash shalih. Mereka setelah shalat shubuh tidak lagi tidur. Mereka berdizikir sampai terbit matahari, shalat sunnah, membaca al Quran dan amalan-amalan shalih lainnya.

Penutup, Beliau (pemateri) menasihatkan “Landasilah dan hiasilah setiap amalan/ibadah kita di bulan Ramadhan dengan iman dan ilmu. Manfaatkan hari-hari menjelang bulan suci ramadhan dengan menuntut ilmu.


Baarakallaahu fiikum

Semoga Allah memudahkan kita berjumpa dengan bulan Ramadhan

Materi 2: Penataran Seputar Ramadhan (PSR) 1441 H

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *