Home / artikel / MAHKOTA KEMULIAAN, Ungkapan Haru Ustadz Zaitun

MAHKOTA KEMULIAAN, Ungkapan Haru Ustadz Zaitun

MAHKOTA KEMULIAAN

Bagi kami pribadi, nasyid ini sangat menyentuh. Sangat mengharukan.

Di satu sisi kami sangat bangga dengan penampilan anak-anak kami. Dengan kepercayaan dirinya, sudah berani tampil di hadapan para asatidzah dari seluruh Indonesia. Kami bangga sekaligus haru, karena ternyata dakwah ini telah mulai menyentuh generasi kedua dan ketiga dari para perintisnya dulu.

Di sisi lain, kami sangat tersentuh dengan isi nasyid yang dibawakan ananda.
Dalam sya’irnya terkumpul ajakan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai Kitab-Nya, ajakan mencintai kehidupan akhirat, serta mencintai dan berbakti kepada kedua orang tua.

Bagaimana air mata kami tidak menetes jika kami diingatkan bahwa, kebahagiaan orang tua adalah ketika kelak kita kembali di kumpulkan bersama anak dan istri kita di surga?

Bagaimana bisa kami bendung air mata, ketika salah satu penggalan kejadian di Hari Kiamat itu diperagakan dengan begitu jelasnya. Ketika para penghafal Al Qur’an memakaikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tuanya.

Di mana pada hari itu banyak wajah-wajah tertunduk dan terhina, di sana ada wajah-wajah yang sumringah penuh kebahagiaan. Mereka dimuliakan karena anak-anaknya menjadi para penjaga dan penghafal Al Qur’an ketika di dunia.

Dari Buraidah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

Artinya:
“Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, serta mengamalkannya, maka kelak pada hari kiamat akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya MAHKOTA DARI CAHAYA. Cahayanya seperti pancaran cahaya matahari. Dipakaikan juga dua gelang kepada orang tuanyayang nilainya tidak dapat dibandingkan dengan dunia dan seisinya. Keduanya berkata, “Kenapa kita dipakaikan ini? Dikatakan, “Karena kedua anak kalian telah ‘mengambil’ Al Qur’an.” – HR. Hakim (1/756), Silsilah Shahihah (2829). Semoga Allah berikan taufiq-Nya kepada kita dan keluarga kita, untuk selalu istiqamah di jalan ketaatan.
Amiin yaa mujiibas saa’iliin.

Muhibbukum,
Muhammad Zaitun Rasmin

 

Murid yang selama acara waktu Mukernas XII ini melantunkan sebanyak lima nasyid mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin. Mereka yang dianugerahi dengan suara tinggi dan indah ini telah berada dijenjang kelas 5 dan 6 tampil memukau dengan berhasilnya membuat Ustadz Zaitun ikut terharu saat melantunkan nasyid yang berjudul Hafidz Qur’an.

Anak yang berbakat ini antara lain, M. Adil Fathi, Azzam Akraman, Ali al asytar, Dhiyyaurrifqi al Jasary asary, dan Tsauban. Adapun judul nasyid yang dilantunkan antara lain, Do’a Robithah, Bersama wahdah Islamiyah, Hafidz Qur’an, Bangkitlah Remaja Islam, dan Terima kasih guruku.

 

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *