Home / artikel / Lelaki dari Ujung Kota
people walking on street
Photo by Alex Azabache on Pexels.com

Lelaki dari Ujung Kota

Di antara mereka ada yang Allah berikan kedudukan sebagai Nabi, tapi tak disebut namanya
Di antara mereka ada yang Allah berikan kedudukan sebagai Raja, tapi tak disebut namanya, hanya ada julukannya saja
Di antara mereka ada yang Allah sebutkan saja kisahnya, tapi tak disebut namanya

Mungkin kita pernah mendengar Nama Khidir/Khaidir. Siapakah Dia? dalam Al Qur’an tak ada namanya.
Mungkin kita pernah dengar nama Raja Zulkarnain. Apakah memang itu namanya atau sekedar julukannya?

Masih banyak nama-nama lain yang disebutkan dalam kisah, tapi sebenarnya tak disebutkan namanya secara eksplisit.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Surah Yasin : 36)

Di antaranya adalah kisah ini, kisah lelaki dari ujung kota.

Yuk boleh sambil dibuka dan dibaca Surat Yasinnya…

Kisah ini ada dalam rangkaian kisah Surat Yasin ayat 13-30.. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan sosok yang sesungguhnya tak disebut namanya di dalam wahyu ini sebagai teladan tentang cinta yang tak habis-habis bagi ummat di sekelilingnya.

Dia bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula ‘ulama. Tapi dia berjuang untuk belajar dan memahami. Dan dia lelaki yang suka berbagi. Hal terawal yang difahaminya hanyalah bahwa para Rasul yang datang ke kotanya itu orang-orang tulus. Mereka menghasung kebenaran dan mengajarkan kebajikan sama sekali tanpa meminta imbalan. Bagi lelaki ini, mereka adalah orang-orang yang mendapat sekaligus membawa petunjuk.

Maka dengan bergegas-gegas dari ujung kota, dia berseru-seru, “Wahai kaumku, ikutilah para utusan Allah itu!” Dan Lelaki itu setelah menyimak apa yang disampaikan para terutus itu kemudian melantangkan dengan anggun pernyataan imannya.

Mendengar ungkapannya itu, para pemuka kaumnya murka. Betapa seorang lelaki tak dikenal, dari kalangan jelata lagi miskin papa, mengajari mereka tentang agama.

Betapa seorang yang bukan siapa-siapa, mengungkap kesejatian iman yang membuat apa yang mereka yakini selama ini tampak batil dan konyol. Maka diperintahkanlah para pengikut untuk mengeroyok dan menyiksanya, hingga dadanya remuk dan isi perutnya terburai akibat diinjak-injak.

Di detak-detik terakhirnya, dalam sekarat yang menyergapkan manisnya iman, diiringi airmata para utusan Allah yang tak kuasa menolongnya, dia mencoba bicara. Nafasnya yang satu-satu, darahnya yang sisa-sisa, tak menghalanginya menyunggingkan senyum ridha.

Tapiii…

Ada hikmah tersendiri kenapa nama lelaki ini tak disebutkan secara langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara hikmahnya adalah kita dapat berfokus pada pelajaran dari kisah ini,

Seorang “lelaki biasa” yang datang bergegas dari ujung kota (jarak yg jauh) untuk turut serta berdakwah.

Sesuai dengan apa yang mampu ia lakukan. Seorang “lelaki biasa” yang rela menanggung beratnya penderitaan sebagai resiko atas apa yang ia lakukan.

Dan konsekuensi yang ia terima, mengantarnya pada kepergiannya menghadap Allah sebagai syahid.

Ma syaa Allah
Ma syaa Allah
Ma syaa Allah

Ayat ini sejatinya “memanggil” kita semua.

Memanggil kita, para orang biasa.

Adakah kita merasa terpanggil menapaki jejak perjuangan lelaki dari ujung kota dalam Surat Yasin ini? Bersegera dan bergegas menyambut seruan kebaikan. Bersemangat dalam mengajak kebaikan.
Siap menanggung beban atas perjuangan. Sampai Allah takdirkan kita menemuinya dalam keridhaan.

Disadur dari tulisan Ust. Bachtiyar Mj-Spirit Nabawiyah Community,

WAG Belajar Siroh, Spirit Nabawiyah Community

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *