Home / artikel / Kisah Pemuda “Good Looking”, Penebar Cahaya Islam
colorful town with buildings and old mosque
Photo by Musa Ortaç on Pexels.com

Kisah Pemuda “Good Looking”, Penebar Cahaya Islam

Pemuda good looking itu bernama Mush’ab ibn ‘Umair, lelaki Quraisy yang menjadi idola banyak orang. Parasnya yang tampan sehingga selalu menjadi buah bibir gadis-gadis Makkah, otaknya yang begitu cemerlang sehingga tidak jarang memecah kebuntuan ide dalam menyelesaikan masalah, hingga tutur katanya yang fasih sehingga mampu mempengaruhi banyak orang. Perpaduan sempurna antara keindahan fisik dan kecerdasan otak yang menyebabkan para sejarawan menjulukinya sebagai “Seorang warga Makkah yang paling harum.”

Ketika pertama kali Mush’ab datang ke rumah Arqam, Rasulullah sudah menyadari potensi besar yang dimiliki oleh pemuda Quraisy tersebut. Penampilannya yang good looking tentu akan mempermudah penyebaran dakwah islam ke berbagai wilayah. Maka, ditunjuklah Musha’ab ibn ‘Umair sebagai duta Nabi untuk menyebarkan risalah islam ke Madinah. Sejak saat itu sejarah mencatat Mush’ab ibn ‘Umair sebagai duta pertama islam.

Keputusan Rasulullah tersebut tidak keliru. Penampilan good looking yang dimiliki Mush’ab berbuah hasil. Terbukti dari terjadinya peristiwa Baiat ‘Aqabah yang kedua, di mana Mush’ab berhasil menyentuh hati 73 orang laki-laki dan 2 perempuan dengan cahaya islam. Peristiwa tersebut semata-mata terjadi selain karena hidayah Allah, dibantu pula berkat penampilan Mush’ab yang good looking. Penampilan yang good looking mempermudah cahaya islam itu untuk masuk.

Hal itu benar-benar terbukti ketika Mush’ab menjalankan misinya sebagai duta. Ketika ia sedang berdakwah, tiba-tiba datang ketua suku Kabilah ‘Abdul Asyhal, yaitu Usaid ibn Al-Hudhair. Ia marah sambil menghunuskan belati karena tidak terima anggota sukunya didakwahi oleh Mush’ab. Normalnya, siapapun akan menciut nyalinya ketika dihunuskan belati oleh orang yang marah.

Namun, Mush’ab tidak gentar melihat sikap Usaid dan malah berkata kepadannya, “Tidakkah engkau ingin duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya engkau menyukainya, engkau dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak engkau sukai itu!” Mendengar hal tersebut, Usaid terdiam. Ia sadar bahwa pemuda di depannya bukan orang sembarangan.

Terlihat bagaimana ia piawai merangkai kata yang secara tidak langsung membuat Usaid tidak berkutik. Akhirnya Usaid pun mendengar dakwah yang dibawa Mush’ab dan masyAllah cahaya islam akhirnya masuk ke relung hati ketua kabilah ‘Abdul Asyhal tersebut.

Kisah singkat mengenai Mush’ab ibn ‘Umair menyimpan satu pesan tersirat, yaitu pentingnya seorang muslim untuk berpenampilan good looking. Sebab islam sendiri mengajarkan hal itu. Bisa dilihat dari hadits yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”

Mungkin kebanyakan kita memaknai kata indah di hadits ini sebatas indah lingkungan. Indah di sini bisa juga diartikan indah secara penampilan diri kita sebagai muslim. Itulah yang sering kita sebut sebagai good looking. Good looking secara penampilan saja belum cukup, perlu juga diimbangi dengan kecerdasan otak dan kefasihan lisan seperti yang dimiliki oleh Mush’ab ibn ‘Umair saat berhadapan dengan Usaid ibn Al-Hudhair.

sumber : Generasi Shalahuddin

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *