Home / artikel / Kenapa Engkau Ingin Hidup?
rocky formations with plants near river
Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk itu, maka hewan dan orang kafir pun juga makan dan minum, sebagaimana firman Allah,

وَٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ یَتَمَتَّعُونَ وَیَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَـٰمُ وَٱلنَّارُ مَثۡوࣰى لَّهُمۡ

“Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka.” (QS. Muhammad : 12)

Dan tujuan kita hidup juga berbeda dengan orang Yahudi. Mereka ingin hidup selamanya di dunia karena mencintai kenikmatan dunia. Bahkan mereka berangan hidup seribu tahun. Dalam surah Al Baqarah ayat 96 disebutkan,

(وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَیَوٰةࣲ وَمِنَ ٱلَّذِینَ أَشۡرَكُوا۟ۚ یَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ یُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةࣲ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن یُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِیرُۢ بِمَا یَعۡمَلُونَ)

“Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab.”

Nah, jika kita sebagai muslim maka tujuan kita hidup adalah untuk melakukan sebanyak dan sebaik-baik amal.

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Rasulullah menjawab, “Yang panjang umurnya lagi baik amalnya”. Lalu lelaki tersebut bertanya lagi, “Dan siapakah seburuk-buruk manusia?”, Rasulullah kembali menjawab, “Yang panjang umurnya lagi buruk amalnya”. (HR. Ahmad).

Pemahaman Dipanjangkan Umur

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim.” (HR Bukhari).

Mungkin akan ada yang bertanya, “Bagaimana umur bisa bertambah? Bukankah usia telah ditentukan?”

Para ulama menjawab bahwa yang dimaksud adalah ditambahkannya keberkahan dalam umur, dibimbing dalam ketaatan, waktunya bermanfaat untuk kehidupan di akhirat kelak, dan dijaga dari segala kesia-siaan.

Amalan yang Memperpanjang Umur

  1. Diperpanjang umur dengan akhlak mulia

a. Silaturahim
Silaturahim adalah salah satu dari akhlak mulia yang sangat dianjurkan di dalam Islam dan kita diingatkan untuk sekali-kali tidak memutuskannya.

Di masa pandemi seperti ini mungkin kita agak sulit untuk bertemu secara langsung, tapi itu tak menyurutkan semangat kita untuk terus menjalin silaturahim, sebab tetap bisa terhubung via online, baik via video call atau hanya sekedar via suara.

b. Akhlak yang Baik
Akhlak yang baik adalah sifat yang agung. Membersihkan diri dan lisan dari segala keburukan, dan ini akan menumbuhkan Ihsan terhadap Allah dan kepada seluruh manusia.

Berakhlak mulia yang dimaksud disini di antaranya adalah berwajah ceria, suka menolong dan tidak mengganggu orang lain.

c. Baik kepada Tetangga
Baik terhadap tetangga adalah akhlak terpuji yang memanjangkan usia.

عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” ما زال جبريل يوصيني بالجار ن حتى ظننت أنه سيورثه ” رواه البخاري . ومسلم . وأبو داود . وابن ماجه . الترمذي

Dari Aisyah r.a., dari Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Banyak sekarang manusia yang lupa terhadap hak tetangganya, bahkan sampai bertahun-tahun hidup bertetangga ironisnya kenal nama saja tidak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

  1. Dipanjangkan umur dengan amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah meninggal

a. Sedekah Jariyah
Sedekah Jariyah adalah sedekah yang terus menerus berputar dan tersambung dalam pintu kebaikan yang manfaatnya bisa dirasakan dalam kehidupan masa kini bahkan setelah maut menjemput. Contohnya banyak sekali, di antaranya : membuat sumur, menanam pohon, membangun masjid juga panti asuhan, dan lain-lain.

“Sesungguhnya termasuk yang diperoleh seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya sesudah kematiannya adalah ilmu yang ia sebarluaskan, anak shalih yang ia tinggalkan, atau mushaf (Al Qur’an) yang ia wariskan, atau masjid yang ia bangun, atau rumah singgah yang ia bangun untuk orang yang dalam perjalanan, atau sungai yang ia alirkan (untuk irigasi), atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya pada waktu sehatnya dan ketika ia masih hidup, (semua ini pahalanya) akan menyusulnya sesudah kematiannya.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, I/46)

Apa sedekah yang teragung pahalanya?

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Beliau ﷺ bersabda: “Yaitu jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir -merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu telah memiliki apa yang hendak kau berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

b. Mendidik anak untuk menjadi shalih

Rasulullah bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim)

Maka bersedihlah kita jika ada anak-anak bersama kita, namun kita abai mendidik mereka. 😭 Astaghfirullah 😭

Kata Syaikh Muhammad lagi, “Engkau tidak akan mengetahui nilai anak shalih itu kecuali engkau telah sampai ke dalam kuburmu. Lalu engkau melihat hadiah-hadiah berupa pahala dari istighfar, sedekah, doa atau haji yang sampai kepadamu dari anak yang berbakti, yang tidak melupakanmu meski engkau telah wafat. Karena dia akan mendekati Allah dengan doa untukmu meski engkau di dalam kubur. Dan inilah waktunya engkau mengetahui buah dari didikanmu dan semangatmu yang senantiasa lurus dalam agama dan berkumpul dengan orang shalih.

c. Mengajarkan Ilmu

Menyebarkan Ilmu dan menulisnya

Sebagaimana dari hadist Rasulullah bahwa salah satu amal yang terus mengalir adalah ilmu yang bermanfaat.

Ulasan singkat dari buku كيف تطيل عمرك الإنتاجي Karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim | WAG Sirah Nabawiyah

About admin

Check Also

people walking on street

Lelaki dari Ujung Kota

Di antara mereka ada yang Allah berikan kedudukan sebagai Nabi, tapi tak disebut namanyaDi antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *