Home / berita / Sosialisasi Adiwiyata : Mengembalikan Budaya Islam yang Redup

Sosialisasi Adiwiyata : Mengembalikan Budaya Islam yang Redup

Guru SDIT Wahdah Islamiyah 01 memakai masker dan jaga jarak mengikuti sosialisasi adiwiyata. Unit Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah beserta tim menggandeng Yayasan Lestari Mulya menyampaikan materi seputar pentingnya menjaga lingkungan hidup di sekolah. Materi lingkungan ini dibalut dalam acara sosialisasi adiwiyata pada hari Selasa (6/4/2021) di Mushalla Darul Ilmi SDIT Wahdah Islamiyah 01.

Ketua Unit Lingkungan Hidup DPP WI, Ustaz Ariesman M, S.TP., M.Si dalam pembukaan materi menyampaikan selayang pandang kegitan unit lingkungan hidup yang berada dalam departemen sosial, olahraga, dan lingkungan hidup. Beliau menyampaikan pentingnya unit ini di dalam ormas Wahdah Islamiyah utamanya program Eco Wahdah yang dapat direalisasikan di kantor, sekolah hingga rumah. Beliau berharap program adiwiyata yang merupakan juga bagian dari eco wahdah ini dapat dikawal dengan baik oleh para guru sehingga dapat menjadi contoh sekolah lainnya, khususnya sekolah wahdah islamiyah yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Budaya Islam sebenarnya mulai redup, dan mulai kita hidupkan tentang kebersihan,” kata Ustadz Ariesman. Beliau kemudian membacakan potongan ayat dalam surah Al Baqarah ayat 222.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

 “Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Beliau bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang bisa menjalankan program eco wahdah ini. “Bukan sekedar mendapatkan program yang mendapat penghargaan ini dan itu namun betul-betul nilai ibadah islam ini, tentang kebersihan, kan, Kebersihan sebagian dari keislaman juga,” harap Ustadz Ariesman. Kebaikan ini bisa disebarkan secara massif, bisa merata dan dimanfaatkan ke seluruh pengurus, kader, dan simpatisan wahdah islamiyah tentang budaya lingkungan.

Pak Muhammad Jaya, S.Pt., sebagai narasumber dari Yayasan Lestari Mulya kemudian menyampaikan materinya seputar adiwiyata. Mulai dari filosi, jenjang hingga teknik penilaian dalam mengikuti program adiwiyata. Selain itu, beliau juga banyak menceritakan pengalamannya dalam mendampingi sekolah yang ikut program adiwiyata kota hingga tingkat Asean.

“Selayaknya di kelas ditempatkan tempat sampah walaupun mungkin sebagian kelas sudah sempit, tidak ada lagi ruang, jadi mengakali. Tidak semua jenis sampah itu di dalam kelas, apalagi sampah basah atau residu. Itu harus diluar memang. Tapi jangan memberi pengarahan pemahaman kepada siswa sampah ke dalam kelas tidak boleh. Tapi lebih kepada sampah kering bernilai guna saja,” jelas Pak Jay menceritakan pengalamannya di sekolah tententu yang memanfaatkan sampah di kelasnya.

Kepala Sekolah, Ustadz Drs. Jasman Ali Nur mengungkapkan rasa gembiranya kepada pemateri yang diinisiasi oleh Unit Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah ini. Beliau merasa terbantu, dan mulai bisa sedikit mendapatkan gambaran tentang adiwiyata meskipun sebelumnya telah mendapatkan sosialisasi dari pihak lainnya. Dengan materi, yang kemudian akan dilanjutkan pendampingan ini memiliki langkah strategis yang mudah dipahami dan dijalankan pihak sekolah nantinya, InsyaAllah.

Semoga budaya melestarikan lingkungan hidup yang sebenarnya bagian dari Islam ini bisa kembali bersinar. Nilai-nilai Islam dapat dilaksanakan, utamanya kebersihan bisa menjadi gaya hidup siswa SDIT Wahdah Islamiyah 01. Sebagaimana slogan yang dipopulerkan Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin Ketua Umum Wahdah Islamiyah, LISA DARA APIK, Lihat Sampah Ambil, Tidak Rapi Rapikan. []

About admin

Check Also

Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan literasi untuk para guru-gurunya, dengan tema “Gerakan Literasi Guru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *