Home / Parenting / Kaidah Syariat Agar Keluarga Bahagia

Kaidah Syariat Agar Keluarga Bahagia

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ}

Dan bergaullah dengan mereka secara baik. (An-Nisa: 19).


Pergaulih mereka dengan baik, bertutur sapa dengan baiklah kalian kepada mereka, dan berlakulah dengan baik dalam semua perbuatan dan penampilan kalian terhadap mereka dalam batas yang sesuai dengan kemampuan kalian. Sebagaimana kalian pun menyukai hal tersebut dari mereka, maka lakukan olehmu hal yang semisal terhadap mereka. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf (Al-Baqarah: 228, tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku yang paling baik terhadap keluargaku.” [HR. At-Tirmidzi dari Aisyah radhiyallahu’anha, Ash-Shahihah: 285]

Beberapa pelajaran diantaranya,

1) Diantara ukuran dan patokan kebaikan seseorang adalah kebaikan akhlaknya kepada keluarganya, sehingga tidaklah seseorang itu menjadi baik walau ia telah melakukan sholat, puasa, zakat dan berbagai macam ibadah sebelum ia berakhlak baik kepada keluarganya, maka dalam hadits ini terdapat petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk berakhlak mulia kepada keluarga, yang mencakup istri-istri dan seluruh kerabat (lihat Al-Mirqoh: 5/2155)

2) Motivasi untuk menyambung dan menjaga hubungan kekerabatan dan tidak boleh memutuskannya (lihat Faidhul Qodir, 3/495)

3) Anjuran untuk memberi manfaat kepada keluarga, baik manfaat agama maupun dunia (lihat Faidhul Qodir, 3/496)

4) Keluarga adalah pihak yang paling berhak untuk mendapatkan kebaikan kita sebelum yang lainnya. Asy-Syaikhul Faqih Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فينبغي للإنسان أن يكون مع أهله خير صاحب وخير محب وخير مُربًّ؛ لأن الأهل أحق بحسن خلقك من غيرهم.

“Maka sepatutnya bagi seseorang untuk keluarganya menjadi:
• Sebaik-baik teman
• Sebaik-baik orang yang mencintai
• Sebaik-baik pendidik
Karena keluarga adalah pihak yang paling berhak untuk mendapatkan akhlak baikmu dari pada selain mereka.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/569]
5) Bahagia itu kuncinya ada pada pergaulan (hubungan) kalau dengan pencipta kita hubungannya baik mentaati dan tidak melakukan dosa maka kita akan merasakan kebahagiaan dan kelezatan iman. Maka dengan keluarga dan kawan kalau kita menarik hati mereka maka pergaulilah dengan baik (jalin hunbungan yg harmonis) maka anda akan merasakan kebahagiaan.


Kesimpulan
Bahwa yang terbaik dan afdal dia memperlakukan istri, ayah, ibu , anak-anaknya, kerabatnya, baik yang jauh atau yang dekat, sahabat dengan sebaik-baiknya pergaulan sehingga mereka merasakan kebahagiaan bersamanya merasa nyaman dan menyenangkan.


? Abu Ikrimah SDIT.01 Antang

About admin

Check Also

two kids playing beside glass windows

Jadilah Guru Keluarga [1]

Dalam pandangan Islam, pendidikan anak pada dasarnya menjadi tanggung jawab orang tuanya, bukan tanggung jawab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *