Home / Covid-19 / Fun Classroom

Fun Classroom

Proses belajar dan mengajar merupakan dua hal yang berbeda. Jika seorang guru mengajar, belum tentu hati dan pikiran siswa ikut belajar. Hal ini yang perlu dipahami seorang guru yaitu, hak mengajar ada di tangan siswa, bukan di tangan guru. Jika siswa rela memberikan hak mengajar kepada guru, maka sang guru akan diterima siswa saat proses pembelajaran berlangsung.

Olehnya itu, guru hendak mengambil hati siswa sebelum memulai pembelajaran. Terlebih lagi pada saat pembelajaran daring yang memiliki keterbatasan ruang dan waktu pada saat pembelajaran. Namun, hal itu tidak menghalangi seorang guru untuk menciptakan pembelajaran digital yang menyenangkan bagi siswa.

Nah, terdapat jurus jitu bagi Anda untuk keluar dari problem tersebut.  Penasaran?  Yuk, simak beberapa jurus tersebut.

1.MUDAH

M enguasai materi

U ngkapkan dengan bahasa yang mudah

D orong pembelajaran yang kontekstual (Proses pemberian materi bersinggungan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan bersifat konkret)

A gendakan sesuai tujuan

H adirkan evaluasi belajar (Mengukur tingkat keberhasilan guru mengajar dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah di berikan)

2. MENYENANGKAN

M edia belajar digital (menggunakan aplikasi pembelajaran)

E fektifkan waktu

N ama panggilan merupakan kunci interaksi pembelajaran (guru menyebut nama siswa)

Y es, kalian pasti bisa (intinya adalah guru menggunakan kata-kata positif kepada siswa untuk mendorong kemampuan instrinsik siswa agar semangat menerima pembelajaran dan mereka merasa dibutuhkan saat proses pembelajaran)

E fesien dalam pemberian tugas

N aikkan minat belajar siswa dengan pendekatan personal (Hal ini dilakukan untuk membangun mood siswa)

A ntusiasme harus ditumbuhkan guru (Ingat, tidak ada anak yang bodoh. Semua anak pintar. Hanya saja kemampuan mereka bervariasi dalam menerima pembelajaran)

N amai oleh siswa

G unakan strategi belajar yang bervariasi (Jangan monoton cara mengajar)

K eceriaan dihadirkan dalam proses belajar (Ingat, proses belajar dan mengajar itu dua hal yang berbeda)

A ktifkan pembelajaran dengan siswa

N arasumber (baca: guru) bukan satu-satunya sumber belajar (Ingat, ciptakan budaya literasi dan rasa ingin tahu dalam diri siswa)

3. MENYENTUH HATI

M aknai setiap apa yang disampaikan (Kuncinya adalah jangan membuat siswa merasa down dalam menyampaikan pendapatnya)

E mpati pada setiap peserta didik. (Mengapa dalam proses pembelajaran diperlukan sikap empati? Agar tercipta kolaborasi yang baik. Sehingga dapat menghasilkan inovasi saat pembelajaran)

N asihat adalah kunci kebaikan (Cara memberikan nasihat harus memperhatikan kondisi psikologis anak)

Y akinlah setiap anak itu baik (Tidak ada anak bodoh, tidak ada anak yang nakal. Percayalah, mereka semua terlahir dalam keadaan beriman, pembelajar, dan berkarakter. Mereka hanya perlu di arahkan dan di doakan)

E dukasi setiap permasalahan yang terjadi pada siswa

N ada bicara yang santun dan komunikatif

T eladan dalam bertutur kata dan bahasa tulis

U ngkapkan kesan yang menarik

H argai hasil prestasi setiap anak (Sekecil apapun prrestasi siswa, idealnya guru memberikan reward. Banyak cara untuk hal itu, misalnya memberikan pelukan, pujian, maupun hadiah)

H adirkan setiap niat dalam belajar

A malkan setiap apa yang dipelajari

T anamkan kebaikan

I nspirasi nilai-nilai positif

Sebagai penutup, dalam proses pembelajaran, hendaknya guru memerhatikan apersepsi sebelum memasuki kegiatan inti. Banyak cara melakukan apersepsi. Salah satunya memberikan stimulus kepada siswa. Jadikan kondisi pembelajaran relaks dan membahagiakan. Sehingga tanda-tanda kebahagiaan dalam diri siswa dan tanda Anda diterima untuk mengajar, tampak dari wajah peserta didik yang tersenyum bahagia.

Mulai sekarang, jadilah Gurunya Manusia. Bukan Gurunya Robot.

About GZ

Check Also

Peran Orang Tua Saat Anak Belajar di Rumah

 Saat ini di Indonesia telah mewabah virus Covid -19 atau biasa disebut virus Corona.Virus yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *