Home / artikel / Cinta Itu Hanya Milikmu

Cinta Itu Hanya Milikmu

Setiap manusia pada fitrahnya memiliki sebuah perasaan yang namanya cinta. Sebuah perasaan yang dimiliki seseorang mulai dari yang muda hingga yang tua. Tanpa cinta seseorang akan merasakan kehampaan dalam hidupnya, tak menentuh arah tujuan hidup yang akan dicapai. Cinta tidak memandang status sosial atau kedudukan Seseorang. Akan tetapi cinta itu datang sesuai dengan usaha yang kita tekuni.

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta Sejati dan suci hanya milik Allah dan Rasulnya. Sedang Cinta Sesama makhluk dan lainnya adalah perantara untuk meraih ridho Allah Subhanahu wa ta’ala menujuh ke kehidupan selanjutnya. Rasa cinta yang timbul tampa didasar dengan ana uhibbuka filla adalah suatu bentuk kemaksitan dan kekufuran. Disebabkan mengambil nawaitu yang keliru. Kuatnya Iman Seseorang tergantung dari rasa cinta yang dimiliki terhadap “Sang Khalik” Allah Subhanahu wata’ala berfirman, Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah. (Al-Baqarah ayat 165).

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, bahwahsanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, orang yang manjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasa Cinta kepada seseorang sewaktu-waktu dapat pergi oleh dua sebab, pergi kelain hati atau pergi untuk Selama-selamanya. Namun Rasa Cinta Kepada “Sang Khalik” akan kekal dan Abadi tanpa di batasi ruang dan waktu.

Sekian tulisan kami Semoga mendatangkan manfaat dan berkah bagi kita semua.

oleh: Ustadz Andi Anhar, S.Pd.I, Kepala Perpustakaan SDIT WahdahIslamiyah 01

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

One comment

  1. Saya suka kutipan di akhirat paragraf ceritax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *