Home / artikel / Besarnya Kecintaan Sahabat Kepada Nabi Muhammad

Besarnya Kecintaan Sahabat Kepada Nabi Muhammad

Suatu saat ketika Umar berjalan bersama Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam-, Umar mengatakan: Sesungguhnya aku mencintaimu melebihi cintaku kepada segala sesuatu wahai Rasulullah, kecuali cintaku kepada diriku, Rasulullah menjawab:”tidak wahai Umar, (imanmu tidak sempurna) kecuali engkau mencintai aku melebihi cintamu kepada dirimu“, maka Umarpun mengatakan: Wahai Rasulullah, sesungguhnya sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.[HR. Bukhari no: 6632].

Ucapan Umar bin Khattab bahwa “kecintaan beliau kepada Nabi melebihi cintanya kepada segala sesuatu kecuali cintanya kepada dirinya“, kemungkinan bersumber dari kebelumtahuan beliau tentang kadar cinta yang wajib kepada Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wasallam-, buktinya ketika Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- mengingatkan tentang kadar cinta yang wajib kepada beliau, Umar bin Khottab –Radhiyallahu ‘anhu- bersedia mengoreksi kesalahannya.

Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam buku Sirohnya, ketika perang Uhud berkecamuk, datang sebuah informasi yang mengejutkan para sahabat, bahwa Rasulullah wafat di medan pertempuran, ketika pertempuran  usai dan pasukan kaum muslimin kembali ke kota Madinah, datanglah seorang shahabat wanita dari Bani Dinar mencari Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam- dan berusaha menggali informasi tentang keadaan beliau, padahal perang Uhud telah merengut nyawa orang-orang yang dicintainya, telah wafat bapaknya, suaminya dan saudara laki-lakinya dalam perang tersebut, namun beliau senantiasa bertanya: bagaimana keadaan Rasulullah?, sahabat wanita tersebut baru lega ketika berhadapan langsung dengan Rasulullah, iapun mengatakan: Wahai Rasulullah, semua musibah (yang menimpaku) menjadi ringan, yang penting engkau selamat.[HR Ibnu Hisyam dalam sirohnya&Ibnu Jarir dalam Tarikhnya dengan sanad terputus].

Dan pemandangan menggetarkan jiwa akan tersaji di depan kita, jika memutar kembali sejarah berkecamuknya perang Uhud, pada saat itu para sahabat berlomba-lomba untuk menjadi “tameng” hidup  bagi Rasulullah yang telah dikepung oleh kaum kafir Quraisy dengan senjata yang terhunus,  para sahabat  dengan penuh semangat dan tanpa gentar bergegas untuk mengorbankan jiwa mereka dan menyelamatkan Rasulullah dari ancaman senjata kaum kafir Quraisy yang haus darah, hal itu tentunya disebabkan kecintaan mereka yang luar biasa kepada Nabi Muhammad, jiwapun siap mereka korbankan yang penting pujaan hati mereka selamat dari sergapan kaum kafir Quraisy.

Gunung Uhud dan kisah perang Uhud dan tidak akan pernah meninggalkan benak kaum muslimin yang mencintai Nabinya, bahkan akan senantiasa menjadi cerminan bagi mereka dalam membuktikan rasa cinta kepada beliau –shallallahu alaihi wasallam-, karena tempat tersebut menjadi saksi bisu peristiwa sejarah yang agung, yang mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai aplikatif cinta Nabi yang sebenarnya, yaitu mencintai beliau melebihi cinta kita kepada diri sendiri dan seluruh manusia.

Semoga anak-anak semua bisa mencontoh para sahabat yang mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melebihi cinta mereka kepada dirinya.

Sumber dari: wahdah.or.id

 

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *