Home / Covid-19 / Yang Istimewa

Yang Istimewa

Senin, 16 Maret 2020 yang istimewa itu dimulai seiring keluarnya edaran untuk seluruh proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah masing-masing disebabkan oleh telah menyebarnya wabah virus covid 19 di daerah saya. Namun belum nyadar bahwa dia telah dimulai. Seiring waktu  berlalu mulai terasa bahwa betul dia begitu istimewa. Hingga saat saya mulai menuliskan kata demi kata yang istimewa itu, pikiran saya tertuju pada kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya dalam menjalani keadaan ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

        مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tiadalah seorang muslim yang ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan kecemasan, melainkan Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya juga menjadi penghapus dosa.” (HR. al-Bukhari)

Kurang lebih dua pekan berlalu. Rumah yang selama ini dijadikan tempat melepas lelah setelah seharian beraktivitas, kini beralih fungsi menjadi tempat aktivitas seluruh kegiatan. Rumah yang dulu bak villa kata teman saya karena hanya dijadikan tempat persinggahan. Rumah yang hanya nampak berpenghuni di malam hari saja.

Kini menjadi begitu istimewa...

Istimewa karena saat ini….

Rumah menjadi tempat melaksanakan ibadah shalat wajib berjamaah dengan suami dan anak-anak yang belum pernah terjadi sepanjang usia pernikahan saya. Mengikuti himbauan pemerintah dan ulama untuk tetap di rumah.

Rumah menjadi tempat untuk mencurahkan kepada Allah segala kekhilafan selama ini baik disengaja maupun tidak disengaja.

Rumah menjadi satu-satunya tempat yang paling aman di tengah penyebaran wabah covid 19.

Tawa dan tangis anak anakku saat ini sangat kental membersamaiku, maklum selama ini anak-anak saya menjadi penghuni rumah nenek.

Seabrek urusan rumah mulai dari ruang terkecil hingga ruang terbesar menjadi begitu berbahagia karena mendapat touch dari penghuninya untuk dibersihkan.

Ruang dapur menjadi tempat favorit meluapkan bakat terpending bukan bakat terpendam yah. Cuitan halus hingga melengking dari anak-anak kala mencoba hasil karyaku di dapur menjadi ajang evaluasi buatku sebagai ibu.

Sungguh istimewa…

Rumah menjadi tempat belajar dan mengajar dengan segudang plus dan kurang plusnya.

Rumah menjadi tempat meeting dan musyawarah yang paling unik bahkan kadang rasanya lucu. Unik dan lucu karena baru tahu beberapa aplikasi yang sangat bermanfaat dikondisi saat ini.

Rumah yang menjadi tempat begitu berharga, membuatku meneteskan air mata sebagai tanda kesyukuran kepada Allah atas nikmat keberadaannya.

Allah mengingatkan kita akan kenikmatan ini dalam QS. An Nahl:80

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّن بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

“Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal…”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat diatas, “Allah mengingatkan akan kesempurnaan nikmat yang Dia curahkan atas para hamba-Nya, berupa rumah tempat tinggal yang berfungsi untuk memberikan ketenangan bagi mereka. Mereka bisa berteduh (dari panas dan hujan) dan berlindung (dari segala macam bahaya) didalamnya. Juga bisa mendapatkan sekian banyak manfaat lainnya”.

Sungguh sangat istimewa, semoga keadaan ini memberikan sejuta hikmah untuk kita semua.

Barakallahu fykum.

oleh : Hasmawati R., S.Si., S.Pd ( Wakil Kepala Sekolah SDIT Wahdah Islamiyah 01)

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published.