
Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, SDIT Wahdah Islamiyah 01 menyelenggarakan Workshop Dirosa Anak yang berlangsung selama dua hari, pada Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026, bertempat di Mushalla Darul Ilmi SDIT Wahdah Islamiyah 01.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 17.00 WITA ini diikuti oleh seluruh guru BTHQ (Baca, Tulis, Hafal Al-Qur’an) sebanyak 35 orang. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam melakukan perbaikan kualitas tim BTHQ, sekaligus mempersiapkan implementasi metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif pada tahun ajaran baru.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Pendidikan SDIT Wahdah Islamiyah 01. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar agar workshop ini mampu membekali seluruh guru dengan keterampilan mengajar Dirosa Anak, yang merupakan metode yang terbilang baru karena penerapannya menuju tahun ketiga yang terus dikembangkan di sekolah.
Dalam Workshop ini dihadirkan para pemateri berpengalaman dari tim pengembangan Dirosa Anak, yaitu ustaz Aruali, Lc, ustaz Muh. Hayat, S.Pd.I, ustadzah Artharina Pratiwiningrum, S.KM, dan ustadzah Tri Yusniasih Jumiarti, S.H yang masing-masing mengemban amanah sebagai koordinator dan pengurus tim BTHQ maupun pengembangan mutu pembelajaran. Berbagai materi komprehensif disampaikan selama workshop, mulai dari Konsep Pembelajaran Al-Qur’an dan Sistem Penjaminan Mutu, Pemetaan Konsep serta CP dan TP Dirosa Anak, Strategi Pembelajaran Dirosa Anak, hingga pembahasan teknis pembelajaran pada Buku Dirosa 1–4. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait administrasi guru, seperti penyusunan jurnal, rekap prestasi, LPS, hingga pembuatan perangkat pembelajaran berupa Prota, Prosem, dan RPP.
Salah satu keunikan workshop ini adalah konsep pembelajaran yang menghadirkan paket lengkap terkait pengajaran Dirosa, mulai dari aspek administrasi hingga praktik pengajaran secara langsung. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam simulasi membaca, praktik mengajar, serta sesi diskusi, tanya jawab, dan sharing pengalaman.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan. Bahkan ketika dalam sesi praktik peserta hanya diminta membaca beberapa baris dalam satu halaman, semangat mereka justru mendorong untuk melanjutkan bacaan hingga baris terakhir. Hal ini menunjukkan besarnya motivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas bacaan dan metode pengajaran Al-Qur’an.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam workshop ini adalah bahwa Metode Dirosa Anak bukan sekadar mengajarkan anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an. Nilai inilah yang menjadi ruh utama dalam setiap strategi pembelajaran yang disusun.
Hal menarik lain yang menjadi nilai tambah kegiatan ini adalah peluncuran buku menulis kaligrafi anak bernama Dirokhot, sebuah media pembelajaran pendukung yang disusun langsung oleh salah seorang ustaz. Kehadiran buku ini diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan menulis huruf Arab dengan lebih menyenangkan dan terstruktur.
Melalui workshop ini, SDIT Wahdah Islamiyah 01 berharap seluruh guru BTHQ mampu menjadi pendidik yang profesional, mutqin, dan mampu menjadi teladan bagi murid-muridnya. Dengan penguatan kompetensi guru, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mencintai serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
