Makassar — SDIT Wahdah Islamiyah 01 sukses menyelenggarakan Seminar Parenting yang dirangkaikan dengan Wisuda Al-Qur’an dan Penerimaan Rapor pada Ahad, 28 Juni 2026, bertempat di Ballroom Universitas Megarezky. Kegiatan yang mengangkat tema “From Home to Jannah: Sinergitas Ayah dan Ibu Mewujudkan Generasi Qur’an” ini terlaksana atas kerja sama sekolah dan komite sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta wisuda tahfizh dan tilawah, seluruh orang tua siswa kelas 1–6, serta dewan guru, dengan total kehadiran mencapai 517 peserta. Adapun jumlah peserta wisuda Al-Qur’an yang hadir sebanyak 109 siswa yang terdiri atas 46 siswa putra dan 63 siswa putri. Seminar parenting ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar sekolah bersama Komite dalam memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa keberhasilan mencetak generasi Qur’ani tidak hanya bertumpu pada pendidikan di sekolah, tetapi sangat bergantung pada sinergi yang kokoh antara ayah dan ibu di rumah. Di tengah padatnya aktivitas dan tuntutan pekerjaan, orang tua diharapkan tetap menyadari bahwa peran mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak merupakan fondasi utama pendidikan.

Selain itu, kegiatan penerimaan rapor dan wisuda Al-Qur’an yang menjadi rangkaian seminar parenting diharapkan mampu menghadirkan momentum yang utuh bagi orang tua untuk tidak hanya melihat capaian akademik dan hafalan anak, tetapi juga mendapatkan pencerahan mengenai pentingnya pendidikan berbasis Al-Qur’an dalam lingkungan keluarga.

Ketua panitia, Ustaz Ahmad Rifai, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap capaian para wisudawan menjadi langkah awal untuk terus mencintai, membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari yayasan, kepala sekolah, dewan guru, pembimbing Al-Qur’an, orang tua, hingga sponsor yang mendukung jalannya kegiatan.

Kepala satuan pendidikan SDIT Wahdah Islamiyah 01 dalam sambutannya menegaskan bahwa tema kegiatan kali ini memiliki makna yang sangat mendalam. Menurut beliau, suksesnya anak-anak menjadi generasi Qur’ani sangat bergantung pada kekompakan ayah dan ibu dalam mendidik anak di rumah. Beliau menekankan bahwa slogan sekolah, yaitu “Cerdas, Berakhlak, dan Cinta Al-Qur’an” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan karakter yang ingin dibangun pada setiap peserta didik. Cinta Al-Qur’an diwujudkan melalui kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari, menjaga hafalan, serta mempelajari bacaan sesuai kaidah tajwid.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Abdul Hamid selaku Sekretaris Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) yang mewakili ketua yayasan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan  “sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan orang tua. Ibu berperan sebagai madrasah pertama dan utama bagi anak, sementara ayah adalah teladan yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter. Ketika sinergi antara rumah dan sekolah terjalin dengan baik, maka akan lahir generasi yang unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup

Sesi inti seminar parenting diisi oleh Dr. H. Muhammad Basran Yusuf, Lc., M.A. dengan materi bertajuk “From Home to Jannah.” Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan pentingnya membangun pendidikan anak yang dimulai dari niat yang benar serta adab yang luhur. Beliau mengisahkan perjalanan seorang Ulama besar yaitu Imam Malik ketika hendak menuntut ilmu. Sang ibu terlebih dahulu memandikan dan memakaikan pakaian terbaik kepada beliau, lalu berpesan agar mempelajari adab gurunya sebelum mengambil ilmunya. Dari kisah ini, pemateri menekankan bahwa ilmu tanpa adab dapat menjadi musibah, sementara adab adalah pondasi keberkahan ilmu.

Pemateri juga mengingatkan para orang tua agar menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi utama dalam mendidik anak dan menyelesaikan konflik rumah tangga. Menurut beliau, kesalehan orang tua menjadi salah satu sebab terjaganya anak-anak, bahkan ketika orang tua berada jauh atau sibuk dengan pekerjaannya. Seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif menyimak materi, menjawab pertanyaan dari pemateri, serta menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pola asuh dan pendidikan anak.

Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan prosesi wisuda Al-Qur’an. Wisuda tahfizh terdiri atas kategori hafalan 1 juz (Juz 30) dan 2 juz (Juz 29–30), sementara wisuda tilawah mencakup materi Ghorib dan Tajwid. Para siswa juga menampilkan hafalan Al-Qur’an dan tes publik tajwid yang menunjukkan hasil pembinaan intensif selama proses pembelajaran. Rasa bangga dan haru nampak dari wajah para orangtua yang turut hadir melihat hasil perjuangan putra putri mereka, terlebih saat MC memanggil satu persatu peserta untuk naik ke panggung.

Terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama seluruh pihak. Dukungan dan kerjasama para sponsor, orangtua, karyawan serta seluruh ustaz ustazah mampu menyukseskan kegiatan. Besar harapan melalui kegiatan seminar ini, SDIT Wahdah Islamiyah 01 semakin mengeratkan sinergi antara sekolah dan keluarga. Dari rumah yang dipenuhi nilai-nilai Al-Qur’an, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena perjuangan untuk mencetak generasi Rabbani yang mencintai Al-Qur’an tidak berhenti disini, dibutuhkan ketekunan, keistiqamahan dan ikhtiar sepanjang waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *