Home / Parenting / Untukmu Para Pendidik Peradaban….!

Untukmu Para Pendidik Peradaban….!

Dua Belas tahun lalu aku tercenung: seorang ibu tetiba membunuh tiga orang anaknya. Dalam nanarnya ia membagikan alasan kepadaku: “Di era jahiliyah modern ini, tak sanggup rasanya aku mendidik anak shaleh sendirian, ketika ayahnya tak terlibat. Daripada kelak ia menjadi ahli neraka, lebih baik aku bunuh mereka kala masih menjadi bocah. Biarlah ibunya masuk yang masuk neraka.”
Aku terhenyak bertanya dalam hati: ” Perlukah ayah mendidik anaknya? Bukankah ia telah begitu disibukkan dengan berbagai ikhtiar tak kenal lelah untuk mencari nafkah, tak kurang dari 8 jam sehari, 40 jam sekali dan 2.000 jam setahun? Bukankah itu tanggung jawab bundanya?
Aku limbung dan bertanya kepadaNya melalui kítabNya: “Rabb, siapakah sebenarnya sang pendidik anak itu? “
Aku membuka kitabNya helai demi helai. Lalu ku dapati nama Luqmanul Hakim. Ia adalah scorang pendidik anak teladan, dan juga la adalah lelaki…. Lalu ku cari nama lain, muncullah nama Ibrahim Alaihi Salam. Ia pun seorang pendidik anak fenomenal, dan ia pun lelaki lelaki. Lalu kutemukan nama lain, yaitu Imran. Ia adalah seorang pendidik anak, dan ia pun seorang lelaki … Lalu aku pun menemukan nama Yaqub, Zakaria dan ternyata semuanya lelaki ..

Ah, sepertinya aku keliru selama ini. Ternyata sang pendidik anak adalah ayah, karena dia adalah sang pemimpin, sosok yang  ucapannya didengarkan, perilakunya dikuti dan bahkan isi dompetnya dapat membuat seisi rumah taat kepadanya. la tak banyak bicara, tapi lebih banyak didengar.
Lalu aku mendengar pula ada 17 ayat dalam Al-Qur’an tentang pendidikan anak. Ternyata 14 dilakoni oleh para ayah, hanya 3 yang dilakoni oleh bunda atau keduanya. Aku sadar sekarang, kenapa dalam Al-Quran seorang manusia yang ditanya di neraka tentang penyebab kedurhakaannya, yang lalu berkata: “Aku hanya ikuti ayahku”, sehingga Allah murka :
“Apakah engkau tetap akan ikuti ayahmu walau ia tak berakal dan tak berpengetahuan?”
Ayah didiklah anakmu karena engkaulah yang kelak akan mampu menjadikannya Yahudi, Nasrani, Majusi atau Muslim …. Ayah, didiklah anakmu, karena kelak engkaulah ya akan membahas tentang mengapa anak gadismu keluar tak ditutup aurat …
Dan ayah, banggalah dengan mandatmu karena lewat pendidikan engkau tak hanya menghasilkan anak-anak shaleh dan shalehah, tapi akan membentuk kader-kader peradaban. Bukan hanya melahirkan anak-anak, tetapi juga menghasilkan yang akan menjadi pelanjut dinastimu, melalui visi dan misi yang akan kau bangun dalam keluargamu. Karena engkau adalah ayah, dan oleh karenanya engkau adalah pendidik peradaban.
Percayalah ayah, tak ada yang sebaik Anda dalam mendidik iman, visi, individualitas, tanggung jawab, nyali, daya juang, jiwa tarung, kepemimpinan, kemandirian, negosiasi, pola pikir atau ketangguhan. Karena kita dapatkan itu semua dari kantor, pasar, gunung, rimba, jalanan, bahkan dari perkelahian yang kita Iakukan. Dan anak-anak kita menantikan itu semua untuk menaklukkan masa depannya.

*Diambil dari Prolog Buku “Menjadi Ayah Pendidik Peradaban”
Adriano Rusfi, Konsultan SDM & konsultan Pendidikan independen di beberapa perusahaan dan sekolah serta aktif berkeliling Indonesia untuk menjadi narasumber tentang keayahan dan pendidikan aqil baligh.

About admin

Check Also

two kids playing beside glass windows

Jadilah Guru Keluarga [1]

Dalam pandangan Islam, pendidikan anak pada dasarnya menjadi tanggung jawab orang tuanya, bukan tanggung jawab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *