Home / karya guru / Untukmu B1ANG7

Untukmu B1ANG7

Rasa yang tak pernah hilang. Seiring Ramadan yang berbenah, seiring rindu ustazah kepada kalian, my thirtytwo girls.

7.5.18

Menapaki pagi di SD Wahdah. Hari ini untuk yang kesekian kalinya, mereka yang kemarin masih riuh terdengar ceria dengan segala cerita yang tak pernah habis, senyum yang tak pernah pudar, salam yang selalu terdengar dengan kibaran jilbab lebar melangkah ringan menyusuri anak tangga tanpa kenal lelah.

Seringkali ada gemuruh yang tampak di raut wajah mereka. “Ustazah, saya lelah. Ustazah saya lagi jengkel”. Namun, langkah mereka tak pernah surut untuk belajar. Bahkan serasa betah untuk berlama-lama di kelas.

Ada berjuta kisah yang telah mengalir bersama mereka di antara ruang-ruang kelas yang mereka jadikan rumah kedua. Syurga itu nyata dan kelas kami adalah bagian dari aroma syurga yang menyebar kebahagiaan setiap hari.

Di antara lelahnya menuntut ilmu, berjibaku dengan pelajaran sejak ketika ibunda mengantarkan masuk sekolah untuk pertama kalinya dengan wajah malu bahkan tangisan manja kala itu hingga saat ketika mereka mampu tegak tanpa antaran bunda ke sekolah.

Kini mereka telah remaja, sosok gadis muslimah salehah yang tercermin pada dirinya. Mereka adalah anak-anak salehah murid kelas 6B1 yang dilahirkan dari rahim para ibunda tangguh nan baik hati. Allah Maha Baik, menciptakan hamba-hamba yang memiliki ruh kebaikan yang dalam.

Ibunda yang dengan tulus mengurusi ananda sejak dilahirkan hingga menamatkan sekolah dasar enam tahun.

Ibunda yang sabar membimbing ananda untuk selalu berada dijalur kebaikan dengan munajat-munajat panjang tanpa henti yang dilantunkan di sepertiga malam mengetuk pintu langit ketika semua orang terlelap dalam mimpinya.

Ibunda yang kadang tak sanggup menahan rasa hingga menitikkan air mata ketika akan bercerita mengenai belahan hati qurrota a’yun.

Sebagai guru…
Ustazah memohon maaf atas segala salah dan khilaf, lisan ataupun perbuatan. Anandaku sayang, semoga Allah mengampuni atas segala salah ustazah kepada kalian. Jikalau ada amanah yang ustazah lalaikan atas diri-diri kalian. Jikalau ada perilaku yang tak pantas yang ustazah lakukan atas diri-dir kalian. Jikalau ada hak yang ustazah luput tunaikan atas diri-diri kalian.
Ustazah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kebersamaan kita.

Untuk ibunda,
Saya memohon maaf atas segala kesalahan. Semoga Allah mengampuni. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala kebaikan ibunda, atas segala kerjasama yang baik dan atas segala bantuan yang tak terkira. Semoga Allah mempertemukan kita kembali jika tidak di dunia insyaAllah di surga yang kekal. Salam takzim kepada ibunda atas segala perhatian. Hanya Allah yang mampu membalas segala kebaikan ibunda. Jazakumullahu khairan. Uhibbukunallah.

Ustazah Harnida

About Ratih Muhtar

Check Also

Yaa Rabb Ku Mohon Bimbingan-Mu

Yaa Rabb… kuyakin begitu banyak potensi yang Engkau karuniakan pada hamba-Mu. Walau ku akui begitu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *