Home / artikel / Tebarkan Salam
white smartphone
Photo by Cristian Dina on Pexels.com

Tebarkan Salam


oleh Ustadz Nasaruddin

لا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حتَّى تُؤْمِنُوا، ولا تُؤْمِنُوا حتَّى تَحابُّوا، أوَلا أدُلُّكُمْ علَى شيءٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحابَبْتُمْ؟ أفْشُوا السَّلامَ بيْنَكُمْ..

الراوي: أبو هريرة 
المحدث: مسلم
المصدر:  صحيح مسلم
الصفحة أو الرقم:  54 
خلاصة حكم المحدث:  [صحيح]

Artinya: “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Apakah kalian mau Aku tunjukkan suatu amalan, jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Terbarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)


Ibrah dan pelajaran penting yang terkandung dalam hadits di atas di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. “Salam” dalam Islam adalah satu amalan yang luar biasa bagi ummat Rasulullah Shallahu ‘Alaihi waSallam. Sunnah untuk memulainya namun wajib hukumnya untuk membalasnya.
  2. “Salam” adalah syi’arul Islam, padanya ada petunjuk bagi ummat Rasulullah sebab kemenangan dan keselamatan menuju dan menjadi penghuni surga Allah
  3. Dalam lafadz salam ada kandungan do’a untuk saudara seiman. Juga do’a itu akan kembali kepada dirimu.
    Assalamu ‘Alaykum (“Keselamatan bagimu”)
    Wa Rahmatullahi (“dan Rahmat Allah untukmu”)
    Wa Barakatuh (“Berkah Allah padamu”)
  4. Tebar salam kepada saudara seiman akan berbuah cinta dan kasih sayang yang merupakan bagian indikator keimanan seorang hamba. Anda menebar salam maka anda akan saling mencintai dan berkasih sayang karena Allah.
  5. Membudayakan salam merupakan upaya menebar cinta, kasih sayang dan keamanan kepada seluruh alam.
  6. Ucapkanlah salam kepada siapa pun dan di mana pun itu. Selama Anda yakin bahwa orang yang Anda temui adalah muslim. Bahkan masuk ke suatu tempat tanpa penghuni pun Allah perintahkan untuk mengucap salam.
  7. Salam bukan hanya pada ungkapan lisan ketika berjumpa di dunia Nyata, namun Ia juga berlaku pada torehan pena ataupun ketikan jemari pada dunia Maya.
  8. Saudaramu memiliki hak do’a pada dirimu. Begitupun sebaliknya, Anda memilik hak do’a pada diri saudaramu. Oleh karena itu, mari saling mendo’akan dalam kebaikan dan keselamatan, sirran wa ‘Alaniyah.
  9. Mari berlomba-lomba menjadi pelopor kebaikan dengan senantiasa menebarkan salam.

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

SenSaSI

SenyumSalamSapaIndonesia

SDITWI01Makassar

About admin

Check Also

Guru Menerima Hadiah dari Murid?

Rasa terima kasih terkadang diinterpretasikan dengan memberikan sebuah hadiah dari wali murid kepada seorang guru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *