Home / Covid-19 / PENGALAMAN MENGAJAR ANAK DI RUMAH

PENGALAMAN MENGAJAR ANAK DI RUMAH

          Aku seorang Ibu dari 3 (tiga) anak Laki – laki, Anak pertamaku berumur 10 thn bernama Muh. Saleh Hidayatullah, Ar kelas 4 SD dan anak keduaku berumur 7 tahun bernama Muh. Afif Adam, Ar kelas 1 SD keduanya bersekolah berbasis Islam yaitu di SDIT Wahdah Islamiyah 01, dan yang ketiga berumur 1 bulan lebih bernama  Muh. Akhyar, Ar.

          Alhamdulillah aku bersyukur dapat cuti 3 bulan dari kantor dikarenakan aku melahirkan, apalagi selama aku cuti beredar kabar virus corona yang dampaknya mengakibatkan kematian.

          Aku berharap wabah virus ini tidak masuk ke Indonesia, tapi kenyataannya virus ini sudah menyebar ke Negara kita dan juga sudah masuk di Sulawesi Selatan. Sungguh hal ini membuat pilu seluruh masyarakat, apalagi aku juga takut berdampak kepada keluargaku karena penyebarannya sangat cepat. Alhamdulillah dengan kejadian ini Presiden mengumumkan meliburkan seluruh anak sekolah termasuk di sekolah anak-anak kami selama 2 pekan 14 hari.

Untungnya selama libur aku mempunyai banyak kesempatan mengajar mereka di rumah karena anak-anak selama di rumah tetap mereka melaksanakan tugas-tugas seperti biasanya di sekolah mulai dari kegiatan sholat sampai kegiatan belajar yang diberikan oleh ustadzah dan ustadznya secara on line.

          Selama pekan pertama mengajar kedua anak-anak kami awalnya terasa berat dan butuh waktu agak lama untuk membujuk mereka untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh ustadzah karena mereka merasa di liburkan dan mereka berkata untuk apa diberikan pelajaran padahal mereka libur, baru setelah dibujuk dan diberikan pemahaman bahwa dampak virus corona yang membuat mereka harus belajar di rumah dan Alhadulillah akhirnya mereka agak mengerti.

Tapi selama mereka belajar di rumah aku sebagai ibu dalam mendidik mereka butuh extra kesabaran, apalagi anakku yang kedua jika mengerjakan tugas selalu lama sampai berjam-jam sehingga perlu bujukan, rayuan dan belum lagi jika mereka punya persyaratan agar mereka bisa bermain hp setelah belajar, yach aku terpaksa memenuhi keinginan mereka dengan syarat masing-masing anak 1 jam sehingga dengan cepat mereka menyelesaikan tugasnya.

          Aku sebagai ibu kadang lelah sampai terbawa emosi dalam membimbing mereka dengan berbagai macam bujukan yang membuat tugas di rumah sampai terbengkalai karena kelakuannya apalagi aku mempunyai bayi jadi pikiran bercabang-cabang antara mengurus kakak-kakaknya juga adiknya, sampai kadang aku tidak mengurus diriku sendiri. Ach aku mengambil ini sebagai sisi positifnya dan semoga menjadi amal jariah untuk diriku. Amin.

Dan aku salut sama ustadzah dan ustadznya dalam membimbing dan mendidik anak-anak kami dengan penuh kesabaran dan juga anak-anak lainnya yang mempunyai karakter yang berbeda-beda, karena kami saja sebagai orang tuanya 2 (dua) anak saja tidak bisa sesabar mereka apalagi banyak.

          Aku dan mungkin juga ibu-ibu yang lainnya mempunyai pengalaman yang hampir sama dengan aku, yang lebih senang jika anak-anak kami belajar di sekolah dikarenakan butuh exstra kesabaran dalam mendidik mereka sampai banyak di antara kami lebih banyak emosinya dari pada sabarnya.

“Maafkan kami anak-anak sholeh, kami tidak bisa sama seperti ustadzah dan ustadz kalian di sekolah yang bisa selalu sabar dalam mendidik dan membimbingmu”, semoga para pengajar-pengajar di sekolah mendapatkan ladang pahala dan amal jariah yang berlimpah. Amin.

Semoga keadaan Negara kita ini dan seluruh dunia cepat pulih dari wabah virus corona (covid 19), agar anak-anak kami bisa secepatnya kembali ke sekolah dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya.

Demikianlah sekelumit pengalaman dan curahan hati aku dalam mendidik dan membimbing anak-anak kami di rumah.

                                                                                          (Ummi A. Isvaina Amin)

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *