
SDIT Wahdah Islamiyah 01 mengutus siswa di Shohwatul Is’ad Competition (SIC) Tahun 2020. Meski acara ini ada kompetisi olimpiade Matematika dan Sains, namun Sd Wahdah hanya mengirimkan dua siswa, hanya untuk mengikuti lomba Bahasa Inggris, kategori Spelling Bee. Lomba mengeja kata. Acara ini diadakan di Kampus Modern Islam Shohwatul Is’ad, Kec. Ma’rang, Kab. Pangkep. Agenda tahunan yang pesertanya dari sekolah yang ada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (20/2).
Bintang, kelas 5A1 dan Akhdan, kelas 4A1 yang terpilih untuk mewakili sekolah berhasil melaju sampai semi final melampaui puluhan siswa lainnya. Namun dipenyisihan babak dua, hanya Akhdan yang lolos untuk bertanding di babak final. Ustadz Muzakkir, S.Pd, guru bahasa Inggris yang ikut mendampingi mengatakan anak-anak yang ikut bertanding sangat memuaskan meski ini pengalaman pertama mereka ikut lomba seperti ini. “Akhdan berhasil menjawab sempurna, nilainya 300. meyakinkan,” ungkap Ustadz Muzakkir.

Di babak final hanya tersisa empat anak, Akhdan salah satunya. Karena hanya sendiri laki-laki di babak final, Akhdan mulai agak canggung. Semua lawannya perempuan. “Lawan akhwat semua baru tombolnya cuman satu jadi dia agak canggung karena berebut tindis tombol, jadi biar ananda tau jawabnnya tapi nda mau rebutan tombol sama akhwat”, kata orang tua Akhdan yang ikut mendampingi.

Alhasil, Akhdan hanya diam dan menatap tombol selama babak final. Dia mengerti betul batasan hijab, mengerti tentang bagaimana bergaul dengan lawan jenis. Akhdan akhirnya meraih juara empat. “Moment terakhirnya towwa ummi.. MasyaAllah, paham betul batasan hijab.. Keren nak akhdan.. Walau juara 4 tapi dia juara 1 sesungguhnya,” kata orang tua murid lainnya ikut menyemangati.
SDIT Wahdah Islamiyah 01 yang bertekad melaksanakan dan mengajarkan pendidikan sesuai syariat menerapkan pemisahan kelas laki-laki dan perempuan sejak kelas 1. [awi]

Maa syaa Alloh… pahammu nak melebihi org2 yg lebih berumur drimu. Proud of u ? smoga istiqomah
Baarakallah nak……semoga Allah slalu mnjagamu
MasyaAllah ana jadi sedih bacanya sampai meneteskan air mata,,, anak kecil saja sudah tahu batasan antara wanita & pria, semoga ananda akhdan senantiasa dalam perlindungan Allah
MasyaAllah teguhkan terus pahammu nak. Ya Allah beruntung skali orang tuanya pubya anak yang insyaAllah sholeh..
Saya terharu low bacanya. Sampai berkaca kaca.. !!g
Baarakallahu fik, MaasyaaAllah
Tidak juara di dunia namun InsyaAllah juara di akhirat. Keep Istiqamah, nak Akhdan
Harus dipisah, kategori putra dan putri.
Bismillah…
Maa Syaa Allah dek… terharu menbaca kisahmu … Semoga Allah senantiasa melindungi dan mengistiqomahkan…
Barakallahu fiik..
Mestinya panitia menyediakan 4 tombol…..bukan hanya 1…apalagi ini even provinsi….salut sama ananda Akhdan
Mestinya panitya haruz memisahkan untuk perempuan dan laki. Apalagi lagi panitya nya dari sekolah islam. Kenapa dicampur ???
Pertanyaan yang sama.. kalau sekolah umum yg Adain, masih bisa sedikit kita pahami, tapi kalau sekolah Islam yg Adain, mestinya kemungkinan hal seperti ini sdh diantisipasi dari awal
Masya Alloh
MAsyaAllah, semoga engkau terjaga sampai dewasa dan menemukan Akhwat sempurna untuk istrimu. Aamiin
MasyaaAllah tabarakallahu nak Akhdan…smg istiqomah…dan sikafnya jd teladan buat pemuda2 cilik lainnya