Naluri pengasuhan ayah adalah aspek penting yang seringkali terabaikan dalam pembentukan karakter anak. Di masyarakat kita, peran ibu lebih banyak diangkat dan dianggap lebih dominan dalam pengasuhan. Padahal, ayah memiliki kontribusi yang tidak kalah penting. Dalam kajian yang dibawakan oleh dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP, ditekankan bahwa naluri pengasuhan ayah mampu memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan emosional dan mental anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Salah satu poin menarik yang diungkap adalah bahwa otak laki-laki memiliki sirkuit yang aktif ketika seorang pria menjadi ayah. Sirkuit ini membuat ayah menjadi lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap kesejahteraan anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa secara alami, seorang ayah akan merasakan dorongan untuk berperan aktif dalam pengasuhan setelah kelahiran anak, bahkan tanpa tuntutan dari luar.

Namun, tak jarang peran ayah ini terhambat oleh sikap ibu yang terlalu protektif. Ibu sering kali merasa bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab utamanya, dan tanpa sadar menegur atau mengkritik ayah dalam cara mereka mengasuh anak. Sikap ini justru bisa membuat ayah merasa diremehkan dan akhirnya enggan untuk terlibat aktif.

Dalam perannya, ayah cenderung mengajarkan anak tentang ketangguhan dan kesiapan menghadapi dunia nyata. Melalui interaksi yang lebih fisik dan penuh tantangan, ayah membantu anak-anak, terutama laki-laki, untuk siap menghadapi kerasnya kehidupan di luar rumah. Sementara ibu lebih cenderung kepada pengajaran yang bersifat lembut dan emosional, ayah memberikan keseimbangan dengan pendekatan yang berbeda namun esensial.

Ketika anak perempuan mulai beranjak dewasa, peran ayah menjadi sangat penting dalam memberikan rasa aman dan dukungan emosional. Ayah yang terlibat aktif dalam kehidupan putrinya akan membentuk figur pria yang ideal, yang kelak akan dicari oleh sang putri dalam diri pasangan hidupnya.

Pada akhirnya, pengasuhan yang baik bukan hanya tentang bagaimana ibu dan ayah menjalankan peran masing-masing, tetapi bagaimana keduanya dapat saling melengkapi dalam membentuk karakter anak. Dengan memahami dan menghargai peran ayah, kita dapat menciptakan generasi yang lebih tangguh, seimbang, dan siap menghadapi tantangan hidup.

Sumber: dr. Aisah Dahlan, CHt., CM.NLP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *