Home / artikel / Hilangkan Celaan

Hilangkan Celaan

Dalam mendidik anak, ada beberapa hal yang kerap menganggu perhatian orang tua, seperti nakallah, bodohlah, tidak pintarlah, tidak aktiflah, tidak cerdaslah, tidak menurutlah, rewellah, dan lain sebagainya.

Orang tua yang bijak hendaknya dapat menyikapi hal tersebut dengan memberikan solusi sebaik mungkin sehingga dapat mengubah diri anak dari hal- hal buruk atau pandangan negatif. Contoh jika orang tua mempunyai anak yang kurang pintar (bodoh), hendaknya ia tetap diberi dorongan untuk terus belajar tanpa harus dicela dan dimarahi.

Anak yg sering dicela dan dimaki-maki cenderung rendah diri, kuper (kurang percaya diri) ini menjadi penghalang besar untuk berprestasi dan berkreasi, bahkan bisa jadi anak akan menyesali hidupnya. Kok, saya tidak pandai, saya tidak pintar, saya tidak kaya, serta tidak-tidak yang lainnya, yang semuanya itu akan mendorong anak untuk bersikap menarik diri dan tertutup. Ini sangat berbahaya.


Rasulullah sallaullohu alaihi wasallam tidak pernah mencela berbagai perbuatan dan prilaku anak atau mencela dan menyalahkan anak. Anas Radhiyallahu Anhu yang pernah menjadi pelayan beliau selama sepuluh tahun beliau selama sepuluh tahun berturut-turut dan merasakan bagaimana pendidikan secara langsung dari Nabi shalallahu alahi wasallam. Anas Radhiyallahu Anhu mengatakan,“Beliau sama sekali tidak pernah mengomentari sesuatu yang aku lakukan dengan ucapan,” kenapa kamu lakukan itu? Juga tidak pernah mengatakan kepadaku mengenai sesuatu yang tidak aku lakukan dengan ucapan, Mengapa kamu tidak lakukan hal itu?

Ini gurunya para guru bagaimana Nabi kita shalallahu alahi wasallam mengajarkan kita interaksi dengan anak yang mana Nabi shalallahu alaihi wasallam benar-benar telah menanamkan pada jiwa Anas Radhiyallahu Anhu perhatian yang teliti dan spirit rasa malu yang kemudian membuat Anas memberikan perhatian yang begitu serius terhadap Rasulullah sallaullohu alaihi wasallam.
Kita sebagai orang tua, guru, pendidik bersabar terhadap kelakuan anak, baik yang terpuji maupun yang tercela, sebab mencela anak (murid) pada hakikatnya adalah mencela orang tuanya sendiri, atau (guru) karena didikan orang tua, (guru) baik atau buruk berpengaruh pada anak sebagaimana pepatah-pepatah ayah sama dengan anaknya.

Guru sama dengan muridnya. karena darinya dia belajar dan mencontoh.

Bontoramba..
28 Maret 2020
Abu Ikrimah

Ustadz Aruali, Guru BTHQ

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *