Home / berita / Di Pelatihan 5 R, Ketua YPWI Ungkap Pencegahan Virus Corona

Di Pelatihan 5 R, Ketua YPWI Ungkap Pencegahan Virus Corona

2019-nCoV atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu, dan telah menyebar ke negara lainnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah resmi menyampaikan langsung bahwa saat ini sudah ada dua orang yang terpapar virus corona di Indonesia. Jokowi mengatakan, dua orang itu terinveksi virus corona dari warga negara Jepang. 

Ustadz Ir. Nursalam Siradjuddin, MM, ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah, yayasan tempat bernaung SDIT Wahdah Islamiyah 01 yang menghadiri pembukaan pelatihan 5 R, ringkas rapi, resik, rajin, rawat di hotel Jl Star, Jl. Boulevard Topaz, Makassar(6/3/2020) ikut menyinggung kasus yang telah menyebar di 80 negara tersebut. Ustadz Nursalam mengajak seluruh sekolah binaan wahdah islamiyah agar juga serius dengan kasus ini. Beliau mengatakan bahwa virus ini dapat dihindari dengan pola hidup bersih, utamanya selalu cuci tangan. “Seluruh guru, sosialisasikan ke seluruh siswa untuk membiasakan cuci tangan. Antisipasi pencegahan penyebaran virus corona,” kata Ustadz Nursalam. Sebelum masuk kelas harus cuci tangan, datang dari rumah harus cuci tangan dulu, tambahnya.

Dia juga menghimbau agar peserta yang berjumlah 40 orang ikut berhati-hati. Peserta yang terdiri dari guru SDIT Wahdah Islamiyah 01, SDIT Wihdatul Ummah, dan SDIT Wahdah Islamiyah BTP 03 diingatkan agar berhati-hati karena berada di tempat umum, hotel. Beliau menyarankan agar selalu mencuci tangan setelah memegang sesuatu dari benda-benda yang ada di tempat umum.

Pernyataan beliau didasari dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 9 hari ketika menempel di benda mati. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndome). Jadi, mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Jika sulit menemukan air dan sabun, bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Menggunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% lebih efektif membasmi kuman.

Dalam pembukaanya, Ustadz Nursalam berharap agar ilmu dari pelatihan 5 R ini dapat langsung diaplikasikan, utamanya resik. Kesan resik atau bersih sekolah Wahdah harus ada, apalagi kita telah memiliki jargon Lisa Dara Apik yang dipopulerkan oleh Ustadz DR. Muhammad Zaitun Rasmin, M.Ag, Ketua Umum Wahdah Islamiyah 2 tahun lalu. “Ilmu yang didapatkan di pelatihan 5R ini, maka laksanakan dahulu untuk diri sendiri dan keluarga. Kemudian lanjutkan ke lingkungan sekolah untuk dijadikan contoh oleh rekan, siswa, dan orang tua siswa,” kata Ustadz Nursalam di pelatihan yang pematerinya dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) ini.

Pelatihan 5 R yang akan berlangsung sampai hari Ahad, tanggal 8 Maret 2020 ini adalah bagian dari pendampingan KPI melalui School Improvement Program. Ini adalah tahun kedua pendampingan untuk peningkatan kulitas pendidikan yang diikuti oleh SDIT Wahdah Islamiyah 01. []

About admin

Check Also

Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan literasi untuk para guru-gurunya, dengan tema “Gerakan Literasi Guru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *