Home / artikel / Bersemangat Di Hari Pertama Setelah Libur Sekolah

Bersemangat Di Hari Pertama Setelah Libur Sekolah

Bagaimana kabar dan liburannya bareng keluarga semoga menyenangkan ya? InsyaAllah besok sudah mulai sekolah, tentunya sudah ada persiapan memasuki hari pertama sekolah. Berikut beberapa tips yang harus dilakukan setelah liburan dan memasuki masuk sekolah,

1. Mengembalikan niat pergi sekolah

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Pekan pertama masuk sekolah merupakan waktu beradaptasi untuk mengembalikan niat belajar di sekolah. Dipastikan merasa sekolah lebih tidak menyenangkan daripada liburan bukan? Agar bisa kembali bersemangat, pikirkanlah hal-hal menyenangkan yang dapat temukan di sekolah. Kamu bisa mulai menyegarkan kembali niatmu dengan memikirkan hal-hal menyenangkan tersebut, seperti bermain dan mengobrol kembali dengan teman yang sudah lama tidak bertemu. Ketika memikirkan hal-hal menyenangkan tersebut, maka akan semakin mudah untuk mengembalikan niat belajar. Mengembalikan niat belajar akan membantu dalam meningkatkan semangat untuk menuntut ilmu di sekolah.

2. Datang lebih pagi ke sekolah

Siapa yang suka bangun siang ketika libur hayoo? Betapa banyak yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat.  Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.
Setelah cukup lama bermalas-malasan, kamu akan jadi terbiasa untuk terus malas dan bangun siang karena tidak ada keperluan pergi ke sekolah. Sayangnya, sekarang adalah saatnya sekolah, belajar di kelas dan meninggalkan kebiasaan tersebut. Bagaimana caranya? Caranya adalah tidur lebih awal. Paksakan diri untuk bangun dan datang lebih pagi ke sekolah. Dengan cara ini, kamu akan punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri belajar di kelas, sehingga tidak keteteran saat belajar nanti. Dan cara  paling efektif tentunya dengan selalu mengingat pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dijaminya orang yang bangun sholat Subuh, beliau bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163).

3. Mulai belajar secara perlahan

Setelah liburan pasti masih terasa berat untuk kembali memulai rutinitas belajar di kelas. Tenang saja karena hal ini adalah hal yang normal. Yang penting adalah memulai belajar dengan perlahan-lahan. Jangan terburu-buru untuk menyerap semua informasi pelajaran yang diberikan karena mood dan pikiran sobat pasti masih belum sepenuhnya fokus pada pelajaran. Lebih baik mulai sedikit demi sedikit dan perlahan asal pasti.

Al Hasan Al Bashri   berkata, “Ada  seorang  pria   meninggal dunia lalu meninggalkan  seorang  anak  dan  seorang  budak. Dia pun berwasiat menyerahkan budak tersebut pada anaknya. Bekas budak tadi memang sangat giat merawat anak dari tuannya. Akhirnya anak tersebut menyukai budak tadi dan dia pun menikahinya.
(Suatu saat), anaknya berkata pada budaknya, “Siapkan aku untuk mencari ilmu“. Budaknya lalu menyiapkannya. Dia lalu mendatangi seorang yang alim dan bertanya padanya.

Orang alim itu lalu berkata padanya, “Jika engkau akan berangkat maka beritahulah aku, engkau akan kuajari.” Anak itu berkata, “Saya akan berangkat, ajarilah aku“.
Alim itu menasehatkan padanya,

اتق الله، واصبر ولا تستعجل

Bertakwalah kepada Allah, sabarlah dan jangan engkau terburu – buru“.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ya Allah tambahkanlah kami ilmu yang bermanfaat dan bekalilah kami dengan akhlak yang mulia.
Walhamdulillahi robbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

 

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *